Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

DLH Palangka Raya Tegaskan Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan Jadi Kunci Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis Nasional

Basilius Andreas Gas • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:50 WIB
Petugas menyiapkan sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Tengah, Palangka Raya. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Petugas menyiapkan sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Tengah, Palangka Raya. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

PONTIANAK POST- Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga keberlanjutan program sekaligus mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi, tetapi juga wajib memastikan limbah yang dihasilkan dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pengelola SPPG jangan hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memperhatikan pengelolaan limbah yang dihasilkan guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan," kata Untung Sutrisno di Palangka Raya, Kamis.

Menurut dia, pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan Program MBG agar manfaat yang diterima masyarakat tidak menimbulkan persoalan lingkungan pada masa mendatang.

Ia menilai Program MBG memiliki peran strategis dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi dengan upaya perlindungan lingkungan melalui sistem pengelolaan limbah yang baik.

“Program ini sangat baik untuk masyarakat, namun pengelolaan limbahnya juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” katanya.

Untung menjelaskan kegiatan penyediaan makanan dalam Program MBG berpotensi menghasilkan limbah berupa sisa makanan dan limbah cair dari proses pengolahan. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan yang tepat untuk mencegah pencemaran lingkungan di sekitar lokasi kegiatan.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut dia, telah memiliki regulasi terkait baku mutu dan standar teknologi pengolahan air limbah yang dapat dijadikan pedoman oleh seluruh pelaksana kegiatan, termasuk pengelola SPPG.

Ia menekankan pemahaman terhadap regulasi tersebut perlu terus ditingkatkan agar seluruh pelaksana program mampu memenuhi standar lingkungan yang telah ditetapkan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pengelola kegiatan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, serta mampu menerapkan teknologi pengolahan limbah secara tepat guna,” jelasnya.

Selain penerapan teknologi pengolahan limbah, DLH juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengelola program, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Untung berharap Program MBG tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh program pemerintah yang menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Kami juga terus memperkuat pelaksanaan standarisasi pengelolaan air limbah yang dihasilkan SPPG pada pelaksanaan program MBG. Kami juga melakukan melalui sosialisasi Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah dengan peserta pengelola SPPG di Palangka Raya," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program nasional, tanpa mengabaikan pengendalian dampak limbah terhadap lingkungan hidup.

Lebih lanjut, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 2760 Tahun 2025 yang mengatur baku mutu dan standar teknologi pengolahan air limbah, termasuk bagi kegiatan yang dijalankan oleh SPPG. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Mbg #SPPG #limbah #palangka raya #DLH