Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PATA Nilai Tanjung Lesung Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Berkonsep Sanctuary dengan Fokus Kelestarian dan Ketenangan Alam

Basilius Andreas Gas • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:08 WIB
Foto udara kawasan wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. (ANTARA/HO-Tanjung Lesung)
Foto udara kawasan wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. (ANTARA/HO-Tanjung Lesung)

PONTIANAK POST- Kawasan wisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan sekaligus ruang pemulihan atau sanctuary yang menawarkan ketenangan dan kedekatan dengan alam.

Ketua Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter, Setyono Djuandi Darmono, mengatakan perubahan kondisi global yang dipengaruhi perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, dan dampak perubahan iklim mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap destinasi yang memberikan rasa aman dan kenyamanan.

"Indonesia memiliki banyak kawasan yang berpotensi menjadi sanctuary, salah satunya Tanjung Lesung yang lokasinya relatif dekat dengan Jakarta," kata Darmono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kawasan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan akan memiliki nilai tambah yang semakin penting di masa mendatang. Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, Tanjung Lesung dinilai mampu menawarkan suasana yang tenang, nyaman, dan dekat dengan lingkungan alami.

Darmono menjelaskan kualitas lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang semakin diperhatikan wisatawan. Pantai yang bersih, hutan yang terjaga, terumbu karang yang sehat, serta budaya lokal yang tetap lestari menjadi daya tarik yang memiliki nilai tinggi dalam industri pariwisata.

"Dalam konteks pariwisata, kualitas lingkungan seperti pantai yang bersih, hutan yang terjaga, terumbu karang yang sehat, serta budaya lokal yang tetap lestari menjadi faktor penting yang dicari wisatawan," ujarnya.

Ia menambahkan, apresiasi wisatawan terhadap kualitas lingkungan dapat menciptakan insentif ekonomi yang mendorong berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang dimiliki kawasan wisata.

Menurut Darmono, pariwisata yang dikelola secara berkelanjutan tidak hanya berfungsi sebagai sektor ekonomi, tetapi juga dapat menjadi instrumen konservasi lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.

Tanjung Lesung, lanjutnya, memiliki kesempatan untuk mengembangkan model pariwisata yang lebih menekankan kualitas pengalaman wisatawan dibandingkan sekadar mengejar peningkatan jumlah kunjungan.

Selain itu, penyelesaian pembangunan Tol Serang-Panimbang diyakini akan memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata tersebut sehingga mempermudah akses wisatawan dari berbagai daerah.

Ia berharap pengembangan Tanjung Lesung ke depan tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan wisata.

"Dengan hadirnya akses tol yang segera rampung, Tanjung Lesung tidak hanya menjadi lebih dekat secara geografis, tetapi juga semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat yang mencari keseimbangan antara aktivitas wisata dan kedekatan dengan alam," katanya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Pacific Asia Travel Association #Tanjung Lesung #PATA