Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ajukan Rp500 Juta untuk Perkuat Sarpras Perikanan, Sasar 91 Kelompok Nelayan dan Budidaya

Basilius Andreas Gas • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:54 WIB
Aktivitas nelayan saat menjemur ikan di kawasan Pantai Malabero Kota Bengkulu, Kamis (11/6). (ANTARA/Anggi Mayasari)
Aktivitas nelayan saat menjemur ikan di kawasan Pantai Malabero Kota Bengkulu, Kamis (11/6). (ANTARA/Anggi Mayasari)

PONTIANAK POST- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengusulkan bantuan anggaran sebesar Rp500 juta ke pemerintah pusat untuk mendukung penguatan sarana dan prasarana (sarpras) sektor perikanan guna meningkatkan produktivitas kelompok nelayan, budidaya, dan pengolahan hasil perikanan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu Will Hopi mengatakan anggaran yang diusulkan akan digunakan untuk pengadaan berbagai kebutuhan masyarakat perikanan, mulai dari alat tangkap ikan, cool box, rak penyimpanan hasil tangkapan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

"Anggaran yang kami usulkan sekitar Rp500 juta dan akan dibagi untuk kelompok tangkap, kelompok budi daya, maupun kelompok pengolahan. Bantuan ini memang sangat diharapkan oleh kawan-kawan kelompok perikanan. Tinggal melihat apakah nantinya tersedia alokasi dana untuk merealisasikannya," kata Will di Bengkulu, Kamis.

Ia menegaskan usulan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pelaku sektor perikanan, meski realisasinya tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.

Menurut dia, apabila disetujui, bantuan akan disalurkan kepada tiga kategori kelompok perikanan, yakni kelompok pengolahan hasil perikanan, kelompok nelayan tangkap, dan kelompok budidaya.

Tercatat sebanyak 23 kelompok pengolahan, 36 kelompok nelayan tangkap, dan 32 kelompok budidaya akan menjadi sasaran program tersebut. Pembagian bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar manfaatnya lebih optimal.

Will mengimbau para nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk bersabar apabila usulan tersebut belum dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026, karena pemerintah daerah akan terus memperjuangkannya pada periode berikutnya jika terkendala keterbatasan anggaran.

Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi, kualitas produk, serta daya saing sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Kota Bengkulu.

Sementara itu, sebanyak 23 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Bengkulu telah disiapkan untuk menerima bantuan budidaya ikan sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program tersebut mencakup budidaya ikan sistem bioflok, bantuan bibit, serta pakan ikan yang akan diterapkan secara bertahap melalui skema koperasi di berbagai daerah.

"Untuk Kota Bengkulu saat ini sudah ada 23 KDKMP yang siap menerima bantuan budi daya ikan. Bantuan yang diberikan nantinya berupa bioflok, bibit ikan dan juga pakan ikan," kata Will.

Ia menambahkan setiap KDKMP akan mendapatkan tiga titik budidaya ikan dengan masing-masing titik disiapkan sekitar 20 hingga 24 unit bioflok sebagai media pemeliharaan ikan. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#nelayan #sarpras #perikanan #anggaran #bengkulu