PONTIANAK POST - Kereta api Kalimantan menjadi salah satu proyek prioritas dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional yang ditargetkan mencapai 10.524 kilometer, sebagaimana dilaporkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua, sementara pemerintah terus memperluas konektivitas untuk mendukung mobilitas masyarakat dan sistem logistik nasional.
Kereta Api Kalimantan Fokus Angkutan Logistik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, pengembangan jaringan kereta api di setiap wilayah disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing.
Di Sumatera, pengembangan diarahkan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat, sedangkan di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua difokuskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendorong aktivitas ekonomi daerah.
"Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah," kata Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).
Pengembangan kereta api logistik di Kalimantan menjadi salah satu proyek strategis yang tengah didorong pemerintah bersama pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera dan penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare.
Dampak bagi Ekonomi dan Distribusi Komoditas
Keberadaan jaringan rel di Kalimantan diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil perkebunan, pertambangan, dan komoditas unggulan lainnya yang selama ini masih bergantung pada angkutan jalan dan sungai.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat di daerah penghasil komoditas, sistem transportasi berbasis rel dinilai mampu menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Baca Juga: Hadirnya Kereta Api Kalimantan Diharapkan Buat Harga Barang Lebih Murah, Seberapa Besar Dampaknya?
Pemerintah juga terus mengembangkan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah serta meningkatkan kapasitas jaringan di Pulau Jawa melalui elektrifikasi jalur, pengembangan kereta semi cepat, dan kereta cepat.
Jumlah Penumpang Terus Meningkat
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Dudy juga menyampaikan bahwa jumlah penumpang kereta api menunjukkan tren positif.
Penumpang kereta api tercatat meningkat 8,8 persen, dari 500,5 juta orang pada 2024 menjadi hampir 550 juta orang pada 2025.
Selain itu, pemerintah telah mengoperasikan gerbong khusus untuk petani dan pedagang yang melayani sejumlah daerah seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi.
Baca Juga: Ribuan Lapangan Kerja Menanti dari Kereta Api Trans Kalimantan, Siapkah SDM Kalbar Mengisinya?
Menurut Dudy, layanan tersebut mendapat respons positif karena membantu masyarakat mengangkut hasil usaha dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung," ujarnya. (*)
Editor : Efprizan