Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Terpendam Ribuan Tahun, Logam Setara Emas 16,5 Karat Ditemukan dalam Peripih Candi Losari Magelang

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 14 Juni 2026 | 23:07 WIB
PEMUGARAN CANDI LOSARI – Tim melakukan pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Proses yang berlangsung hingga Oktober 2026 itu mengungkap temuan logam elektrum setara emas 16,5 karat di dalam peripih yang terkubur material letusan Gunung Merapi selama berabad-abad. FOTO: ROFIK SYARIF/RADAR MAGELANG/JAWA POS
PEMUGARAN CANDI LOSARI – Tim melakukan pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Proses yang berlangsung hingga Oktober 2026 itu mengungkap temuan logam elektrum setara emas 16,5 karat di dalam peripih yang terkubur material letusan Gunung Merapi selama berabad-abad. FOTO: ROFIK SYARIF/RADAR MAGELANG/JAWA POS

PONTIANAK POST – Temuan baru kembali terungkap dari proses pemugaran Candi Losari di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tim pemugaran menemukan logam berwarna kekuningan yang setelah diuji laboratorium diketahui memiliki kadar setara emas 16,5 karat.

Logam tersebut ditemukan di dalam peripih, yakni wadah ritual yang lazim ditempatkan di bagian inti bangunan candi sebagai simbol kesakralan. Temuan itu menjadi salah satu penemuan penting dalam proses pemugaran Candi Losari yang hingga kini masih berlangsung.

Kepala Tim Pemugaran Candi Losari Junawan mengatakan hasil pengujian laboratorium Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah memastikan logam tersebut merupakan elektrum, yaitu campuran emas, perak, tembaga, dan sejumlah unsur logam lainnya.

"Namanya elektrum, perpaduan emas, perak, tembaga serta logam lainnya. Disetarakan emas 16,5 karat," ujarnya kepada Jawa Post (grup Pontianak Post), Minggu (14/06/2026).

Ditemukan di Lapisan Dalam Candi

Juru pugar Restu Hidayat menjelaskan, temuan itu berawal saat tim melakukan pembongkaran struktur candi untuk memperbaiki pondasi.

Pada April lalu, tim menemukan dua arca yang tertanam sekitar tiga lapis di bawah lantai candi. Penggalian kemudian dilanjutkan hingga mencapai tanah asli.

Di lokasi tersebut, tim menemukan sebuah kotak peripih yang kondisinya sudah tidak utuh. Penutupnya terpisah dari wadah utama.

Di dalam peripih itulah ditemukan lempengan logam berwarna kekuningan berukuran kecil dengan panjang sekitar 11,02 sentimeter, ketebalan 0,11 sentimeter, dan berat 0,1117 gram.

Saat ini, logam tersebut bersama dua arca yang ditemukan telah diamankan di Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah di Bugisan, Prambanan, Klaten.

Terkubur Lahar Merapi Seribu Tahun

Candi Losari pertama kali ditemukan pada 11 Mei 2004 oleh seorang guru bernama Badri di kebun salak miliknya.

Ekskavasi yang dilakukan kemudian menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan era Kerajaan Mataram Kuno yang terkubur material letusan Gunung Merapi sekitar seribu tahun lalu.

Proses pemugaran dimulai sejak Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga Oktober mendatang.

Menurut Junawan, penemuan terbaru ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya yang telah menemukan tiga arca serupa. Secara keseluruhan, para peneliti memperkirakan terdapat delapan arca dalam satu kesatuan struktur candi.

Namun hingga kini baru lima arca yang berhasil ditemukan.

LOGAM KUNO – Lempengan logam jenis elektrum yang ditemukan di dalam peripih Candi Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hasil pengujian Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menunjukkan logam tersebut memiliki kandungan yang setara dengan emas 16,5 karat dan diduga menjadi bagian dari ritual kesakralan candi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
LOGAM KUNO – Lempengan logam jenis elektrum yang ditemukan di dalam peripih Candi Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hasil pengujian Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menunjukkan logam tersebut memiliki kandungan yang setara dengan emas 16,5 karat dan diduga menjadi bagian dari ritual kesakralan candi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Masih Menyimpan Banyak Misteri

Sebagian besar struktur Candi Losari masih berada di bawah permukaan tanah.

Setelah tahap pemugaran saat ini selesai, tim berencana melanjutkan ekskavasi di sisi barat dan selatan kompleks candi.

Area tersebut diduga masih menyimpan struktur bangunan lain, termasuk kemungkinan keberadaan candi perwara yang berfungsi sebagai pelengkap candi utama.

Temuan logam setara emas 16,5 karat ini menjadi bukti bahwa masih banyak peninggalan bersejarah yang tersimpan di bawah lapisan material vulkanik Gunung Merapi dan menunggu untuk diungkap. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Candi Losari #peripih Candi Losari #temuan arkeologi Magelang #Kerajaan Mataram Kuno #gunung merapi