Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Apa Itu Elektrum? Logam Setara Emas 16,5 Karat yang Ditemukan di Candi Losari

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 14 Juni 2026 | 23:10 WIB
LOGAM KUNO – Lempengan logam jenis elektrum yang ditemukan di dalam peripih Candi Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hasil pengujian Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menunjukkan logam tersebut memiliki kandungan yang setara dengan emas 16,5 karat dan diduga menjadi bagian dari ritual kesakralan candi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
LOGAM KUNO – Lempengan logam jenis elektrum yang ditemukan di dalam peripih Candi Losari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Hasil pengujian Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah menunjukkan logam tersebut memiliki kandungan yang setara dengan emas 16,5 karat dan diduga menjadi bagian dari ritual kesakralan candi pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

PONTIANAK POST – Penemuan logam berwarna kekuningan di dalam peripih Candi Losari, Kabupaten Magelang, menarik perhatian para peneliti dan masyarakat. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa logam tersebut adalah elektrum, material yang memiliki nilai historis tinggi dalam peradaban kuno.

Elektrum merupakan campuran alami maupun buatan antara emas dan perak yang sering mengandung tembaga serta unsur logam lainnya dalam jumlah kecil.

Karena kandungan emasnya cukup tinggi, elektrum sering disebut sebagai logam yang setara dengan emas berkadar tertentu. Dalam kasus temuan di Candi Losari, kadar tersebut disetarakan dengan emas 16,5 karat.

Logam Berharga Sejak Zaman Kuno

Dalam sejarah dunia, elektrum dikenal sebagai salah satu logam mulia tertua yang digunakan manusia.

Bangsa Mesir Kuno, Yunani, hingga peradaban Asia Barat telah memanfaatkan elektrum untuk berbagai keperluan, mulai dari perhiasan, benda ritual, hingga mata uang.

Warna elektrum umumnya berada di antara kuning emas dan putih keperakan, tergantung komposisi emas dan peraknya.

Karena memiliki tampilan yang unik dan bernilai tinggi, logam ini sering dikaitkan dengan simbol kekuasaan, kemakmuran, dan kesucian.

Mengapa Ditempatkan di Dalam Peripih?

Di kompleks candi Hindu-Buddha Nusantara, peripih memiliki fungsi sangat penting.

Peripih merupakan wadah ritual yang biasanya ditempatkan di pusat bangunan sebagai simbol penyucian dan penguatan nilai sakral suatu candi.

Isi peripih dapat berupa logam mulia, batu berharga, mantra, abu ritual, maupun benda simbolik lainnya yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pada masa itu.

Karena itulah keberadaan elektrum di dalam peripih Candi Losari diyakini bukan sekadar benda berharga, tetapi memiliki makna religius dan spiritual yang mendalam.

Petunjuk Penting bagi Arkeolog

Bagi para arkeolog, penemuan elektrum dapat memberikan informasi berharga mengenai teknologi metalurgi, sistem kepercayaan, dan tingkat kemajuan peradaban yang membangun candi tersebut.

Temuan di Candi Losari juga memperkuat dugaan bahwa bangunan yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno itu memiliki fungsi keagamaan yang penting.

Selain itu, keberadaan elektrum menunjukkan bahwa masyarakat pada masa itu telah memiliki kemampuan mengolah logam dengan teknologi yang cukup maju.

PEMUGARAN CANDI LOSARI – Tim melakukan pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Proses yang berlangsung hingga Oktober 2026 itu mengungkap temuan logam elektrum setara emas 16,5 karat di dalam peripih yang terkubur material letusan Gunung Merapi selama berabad-abad. FOTO: ROFIK SYARIF/RADAR MAGELANG/JAWA POS
PEMUGARAN CANDI LOSARI – Tim melakukan pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Proses yang berlangsung hingga Oktober 2026 itu mengungkap temuan logam elektrum setara emas 16,5 karat di dalam peripih yang terkubur material letusan Gunung Merapi selama berabad-abad. FOTO: ROFIK SYARIF/RADAR MAGELANG/JAWA POS 

Candi Losari Masih Menyimpan Banyak Rahasia

Pemugaran Candi Losari yang saat ini berlangsung diperkirakan masih akan menghasilkan temuan-temuan baru.

Selain menemukan logam elektrum, tim pemugaran juga telah menemukan sejumlah arca yang diduga merepresentasikan Dewa Surya dalam tradisi Hindu.

Dengan sebagian besar struktur bangunan masih tertimbun material vulkanik Gunung Merapi, para peneliti meyakini masih banyak artefak dan informasi sejarah yang tersimpan di bawah permukaan tanah.

Temuan elektrum dari peripih Candi Losari menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami kehidupan spiritual dan budaya masyarakat Jawa Kuno sekitar seribu tahun lalu. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Candi Losari #Kerajaan Mataram Kuno #elektrum #apa itu elektrum #emas kuno