Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

AHY Siapkan Jalur Kereta Api Kalimantan, Pengamat Sebut Banyak Manfaat

Uray Ronald • Minggu, 14 Juni 2026 | 23:58 WIB
ILUSTRASI: Proyek Kereta Api Kalbar memasuki fase baru setelah tender Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Kalimantan selesai. Jalur rel yang terhubung dengan Pelabuhan Kijing dan kawasan industri diharapkan dapat memangkas biaya logistik serta memperkuat konektivitas ekspor Kalimantan Barat.
ILUSTRASI: Proyek Kereta Api Kalbar memasuki fase baru setelah tender Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Kalimantan selesai. Jalur rel yang terhubung dengan Pelabuhan Kijing dan kawasan industri diharapkan dapat memangkas biaya logistik serta memperkuat konektivitas ekspor Kalimantan Barat.

 

PONTIANAK POST – Rencana pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan dinilai dapat memperkuat sistem logistik nasional sekaligus membuka konektivitas antarwilayah yang selama ini masih bergantung pada transportasi sungai dan jalan raya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kehadiran moda perkeretaapian akan menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi jangka panjang di Kalimantan.

Pemerintah saat ini membidik pembangunan jalur kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan. Proyek tersebut masih dalam tahap perhitungan dan perencanaan guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan logistik, kondisi geografis, serta arah pembangunan wilayah.

Kereta Api Dinilai Melengkapi Transportasi Sungai

Djoko mengatakan Kalimantan memiliki karakteristik transportasi yang berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Selama puluhan tahun, sungai menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

"Yang jelas (jika jalur kereta api ada di Kalimantan) ya mengurangi kepadatan jalan lah. (Kemudian) yang dulunya di Kalimantan tuh banyak menggunakan sungai sebenarnya (sebagai jalur logistik)," kata Djoko kepada Antara, Minggu (14/6).

Baca Juga: Akademisi Ungkap Tantangan dan Peluang Proyek Kereta Api Kalimantan

Menurut dia, keberadaan kereta api bukan untuk menggantikan transportasi sungai, melainkan melengkapi sistem transportasi yang telah berkembang selama ini.

Dengan jaringan rel yang terintegrasi, distribusi barang dari kawasan produksi menuju pelabuhan, kawasan industri, maupun pusat distribusi dapat dilakukan lebih efisien.

Di Kalimantan Barat, misalnya, Sungai Kapuas tetap dimanfaatkan untuk mengangkut berbagai komoditas dalam jumlah besar karena lebih efisien dibandingkan angkutan jalan raya untuk muatan berat.

Penelitian Universitas Tanjungpura menyebutkan transportasi sungai memiliki kapasitas angkut lebih besar dan biaya operasional yang relatif lebih rendah, terutama untuk komoditas perkebunan, pertambangan, dan kebutuhan pokok yang didistribusikan ke daerah-daerah yang belum sepenuhnya terhubung jaringan jalan darat.

Di Kalimantan Selatan, peran logistik sungai bahkan terlihat dari aktivitas di Sungai Barito yang menjadi salah satu jalur distribusi utama komoditas tambang dan industri.

Pengelola alur pelayaran Sungai Barito mencatat kapasitas angkut barang di jalur tersebut telah ditingkatkan hingga mencapai 150 juta ton per tahun, menunjukkan besarnya ketergantungan sektor logistik terhadap transportasi sungai di Kalimantan.

Kondisi inilah yang membuat pengamat menilai kehadiran kereta api nantinya bukan menggantikan transportasi sungai, melainkan melengkapi sistem logistik yang sudah ada.

Integrasi antara jalur rel, sungai, pelabuhan, dan jalan raya berpotensi menciptakan sistem logistik multimoda yang lebih efisien untuk mendukung distribusi komoditas unggulan Kalimantan.

Dukung Distribusi Komoditas dan Industri

Djoko menilai Kalimantan memiliki potensi logistik yang sangat besar, terutama dari sektor sumber daya alam seperti batu bara, perkebunan, kehutanan, dan komoditas unggulan lainnya.

Karena itu, kehadiran kereta api dapat memperkuat rantai pasok dan memperlancar pergerakan barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih efisien.

Selain meningkatkan efisiensi logistik, pengalihan sebagian angkutan barang dari jalan raya ke jalur rel juga berpotensi mengurangi kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase tinggi.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan keselamatan transportasi sekaligus mengurangi biaya pemeliharaan infrastruktur jalan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Masyarakat Transportasi Indonesia Dorong Percepatan Kereta Api Kalimantan

Potensi Membuka Pusat-Pusat Ekonomi Baru

Menurut Djoko, pembangunan jaringan rel tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Konektivitas yang lebih baik diyakini mampu menarik investasi baru, memperluas akses pasar, serta mendorong tumbuhnya kawasan industri dan pusat ekonomi baru di sepanjang koridor jalur kereta api.

Bagi daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi, kehadiran kereta api berpotensi mempercepat pemerataan pembangunan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa pembangunan perkeretaapian mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Di Pulau Sumatera, misalnya, pengembangan jaringan kereta api angkutan batu bara di Sumatera Selatan mampu meningkatkan efisiensi distribusi komoditas tambang dari kawasan produksi menuju pelabuhan ekspor.

Kehadiran jalur rel juga mendorong berkembangnya kawasan industri, pergudangan, dan aktivitas ekonomi di sekitar koridor transportasi yang dilalui kereta api.

Dampak serupa terlihat pada pembangunan jalur ganda kereta api di Pulau Jawa. Peningkatan kapasitas angkutan barang dan penumpang tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha, investasi properti, perdagangan, serta pengembangan kawasan perkotaan baru di sekitar stasiun dan pusat logistik.

Berbagai kajian Kementerian Perhubungan menunjukkan konektivitas yang lebih baik mampu menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing wilayah.

Di tingkat internasional, pembangunan jaringan kereta api barang di wilayah pedalaman Tiongkok juga menjadi contoh bagaimana konektivitas transportasi dapat menarik investasi, membuka akses pasar, dan mempercepat pertumbuhan kawasan yang sebelumnya relatif terisolasi.

Karena itu, banyak negara menjadikan perkeretaapian sebagai tulang punggung distribusi logistik untuk mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Peluang Kereta Api Kalimantan Makin Terbuka, BRIN Kembangkan Teknologi Baru untuk Infrastruktur Rel

Perlu Studi Kelayakan dan Dukungan Anggaran

Djoko mengingatkan pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan memerlukan perencanaan matang melalui studi kelayakan dan penyusunan desain teknis yang komprehensif.

Menurut dia, setiap jalur harus dirancang sesuai kebutuhan logistik, kondisi geografis, serta potensi ekonomi wilayah yang akan dilayani.

Ia juga menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting agar proyek dapat direalisasikan secara berkelanjutan.

Djoko bahkan mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek strategis, termasuk sektor perkeretaapian.

Pemerintah Bidik Jalur Rel 2.772 Kilometer

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pemerintah masih menghitung dan menyusun perencanaan pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan secara matang.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata AHY.

Pemerintah berencana membentuk komite yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan perencanaan serta memperbarui Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Menteri Perhubungan Pastikan Proyek Kereta Api Kalimantan Dipercepat

Menurut AHY, hingga saat ini Kalimantan menjadi satu-satunya pulau besar di Indonesia yang belum memiliki jaringan kereta api sehingga panjang jalur rel yang beroperasi masih tercatat nol kilometer.

Padahal, wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan membutuhkan dukungan sistem transportasi yang mampu menunjang distribusi logistik secara efisien.

Jika terealisasi, jaringan kereta api tersebut akan menghubungkan berbagai provinsi di Kalimantan, mulai dari wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat. Kehadiran moda transportasi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang.(ant)

Editor : Uray Ronald
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #logistik Kalimantan #jalur kereta api Kalimantan #Djoko Setijowarno