Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kereta Api Rp25 Triliun di Kaltara: Bisakah Membuka Lapangan Kerja bagi Warga Lokal?

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 15 Juni 2026 | 14:06 WIB
Ilustrasi jalur kereta di Kalimantan.
Ilustrasi jalur kereta di Kalimantan.

PONTIANAK POST - Rencana pembangunan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mencuat setelah investor menyatakan minat untuk menggarap proyek senilai Rp25 triliun.

Di balik angka investasi yang fantastis itu, timbul pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan kita sebagai masyarakat. Apakah proyek ini benar-benar bisa membuka lapangan kerja bagi warga lokal?

Harapan baru itu muncul setelah Pemerintah Provinsi Kaltara menerima audiensi dari PT Indonesia Transit Synergy (INTRA), perusahaan yang menawarkan investasi pembangunan jaringan kereta api di provinsi tersebut.

Baca Juga: Dampak Nyata Kereta Api di Berbagai Negara Dunia: Pelajaran dari India hingga Tiongkok untuk Pengembangan Kalimantan

Nilai investasi yang ditawarkan tidak kecil, yakni sekitar Rp20 triliun hingga Rp25 triliun. Pemerintah daerah pun menyambut positif rencana tersebut karena dinilai dapat memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, bagi masyarakat, manfaat proyek infrastruktur besar tidak hanya diukur dari panjang rel atau nilai investasinya.

Yang tak kalah penting adalah seberapa besar peluang kerja yang bisa dinikmati warga setempat.

Ada Proyeksi Serap 2.000 Pekerja Lokal

Diskominfo Pemerintah Provinsi Kaltara dalam laporannya menyebut proyek kereta api tersebut diproyeksikan mampu membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Baca Juga: Kereta Api Kalimantan Jadi Fokus, Menhub Lapor ke Presiden Prabowo

Informasi itu disampaikan saat audiensi antara Pemprov Kaltara dan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).

Selain membahas aspek teknis dan investasi, proyek tersebut juga disebut berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Angka tersebut memang masih berupa proyeksi karena proyeknya sendiri belum memasuki tahap konstruksi.

Namun, keberadaan investor dan dukungan pemerintah daerah membuat peluang realisasinya kembali terbuka.

Jalan Menuju Realisasi Masih Panjang

Meski demikian, masyarakat juga perlu memahami bahwa proyek kereta api Kaltara belum memasuki tahap pembangunan.

Investor memang telah menyatakan minat dan menawarkan investasi sekitar Rp25 triliun. Namun masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari pembaruan dokumen perencanaan, kajian teknis, penyusunan skema kerja sama hingga proses perizinan.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Menteri Perhubungan Pastikan Proyek Kereta Api Kalimantan Dipercepat

Radar Tarakan (Jawa Pos Group) melaporkan bahwa proyek kereta api ini sebenarnya merupakan rencana lama yang kembali menguat setelah adanya minat investor baru.

Artinya, peluang penyerapan tenaga kerja juga baru akan benar-benar terwujud apabila proyek tersebut berhasil direalisasikan.

Masyarakat Menunggu Kesempatan Itu

Bagi banyak warga Kaltara, boleh jadi, proyek kereta api bukan hanya soal rel, stasiun atau lokomotif.

Yang lebih penting adalah apakah investasi besar itu mampu menghadirkan kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Menhub Dudy Pastikan Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera Dipercepat, Proyek Strategis untuk Konektivitas dan Logistik

Proyeksi 2.000 lapangan kerja memang belum menjadi kenyataan. Namun setidaknya, munculnya kembali investor memberi harapan bahwa proyek yang telah lama diwacanakan itu suatu hari nanti tak hanya menghubungkan wilayah-wilayah di Kaltara.

Tetapi juga, ia membuka peluang baru bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #Kaltara #lapangan kerja