Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mengapa Kereta Api Kaltara Dinilai Penting? Proyek Rp25 Triliun Ini Diproyeksikan Serap 2.000 Pekerja Lokal

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 15 Juni 2026 | 14:09 WIB
Ilustrasi - Jalur Kereta Api rute Makassar–Parepare di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. (ANTARA)
Ilustrasi - Jalur Kereta Api rute Makassar–Parepare di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. (ANTARA)

PONTIANAK POST - Kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) selama ini lebih sering hadir sebagai wacana daripada kenyataan.Namun kini, proyek yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp25 triliun itu kembali mendapat perhatian setelah investor menyatakan minat untuk mengembangkannya.

Di tengah besarnya nilai investasi tersebut, ada satu hal yang paling menarik perhatian masyarakat yaitu proyek ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal.

Rencana Pembangunan Jaringan Kereta Api di Kalimantan Utara Kembali Menguat

Pemerintah Provinsi Kaltara telah menerima audiensi dari PT Indonesia Transit Synergy (INTRA), perusahaan yang menawarkan investasi pembangunan jaringan kereta api di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kereta Api Kalimantan Jadi Fokus, Menhub Lapor ke Presiden Prabowo

Nilai investasi yang ditawarkan berkisar Rp20 triliun hingga Rp25 triliun dan seluruhnya direncanakan berasal dari pihak investor.

Yang menarik, selain membahas infrastruktur dan konektivitas, proyek ini juga disebut memiliki dampak sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

Pada laman resmi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Pemprov Kaltara (21/4) disebut proyek diproyeksikan dapat membuka sekitar 2.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Kereta Api Bukan Wacana Baru di Kaltara

Sebetulnya, rencana pembangunan kereta api di Kaltara bukanlah hal baru.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Menteri Perhubungan Pastikan Proyek Kereta Api Kalimantan Dipercepat

Dokumen perencanaan kereta api sudah pernah disusun sejak sekitar satu dekade lalu. Bahkan rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas).

Namun berbagai kendala membuat proyek tersebut belum juga terealisasi. Kini, dengan masuknya investor baru, peluang pembangunan kembali terbuka.

Radar Tarakan (Jawa Pos Group), juga melaporkan bahwa PT Indonesia Transit Synergy menawarkan investasi sekitar Rp25 triliun untuk mengembangkan jaringan kereta api di Kaltara.

Pemerintah daerah pun menyambut positif rencana tersebut dan akan menindaklanjutinya melalui pembahasan lebih lanjut.

Mengapa Kereta Api Dinilai Penting?

Selain soal lapangan kerja, kereta api juga dinilai penting karena dapat membantu menurunkan biaya logistik.

Diskominfo Pemprov Kaltara mengunkap, selama ini, pengangkutan komoditas di Kaltara masih banyak mengandalkan transportasi darat menggunakan truk.

Padahal, Kaltara memiliki wilayah yang luas dengan berbagai potensi ekonomi, mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit hingga kawasan industri yang sedang berkembang.

Baca Juga: Menhub Pastikan Pengembangan Kereta Api Sulawesi Dipercepat, Jadi Tumpuan Konektivitas Indonesia Timur

Moda transportasi berbasis rel dianggap lebih efisien untuk mengangkut barang dalam jumlah besar dan jarak jauh.

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang sebelumnya mengatakan kereta api nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengangkut komoditas menuju kawasan industri maupun pelabuhan dengan biaya yang lebih murah.

Masih Sebatas Proyeksi

Meski memiliki potensi besar, masyarakat juga perlu memahami bahwa proyek kereta api ini masih berada pada tahap awal.

Proyeksi penyerapan 2.000 tenaga kerja belum menjadi kenyataan karena pembangunan fisik belum dimulai.

Baca Juga: Menhub Dudy Pastikan Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera Dipercepat, Proyek Strategis untuk Konektivitas dan Logistik

Masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari penyempurnaan dokumen perencanaan, kajian teknis, perizinan hingga kesepakatan kerja sama antara pemerintah dan investor.

Namun, munculnya kembali minat investor terhadap proyek yang telah lama direncanakan ini memberi sinyal bahwa kereta api Kaltara belum kehilangan daya tariknya.

Jika nantinya benar-benar terealisasi, manfaatnya mungkin bukan hanya berupa jalur rel yang menghubungkan berbagai wilayah, tetapi juga kesempatan kerja baru bagi ribuan warga yang selama ini menunggu hadirnya investasi besar di provinsi termuda di Indonesia tersebut. (*)

Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #Kaltara #lapangan kerja baru