PONTIANAK POST - Perubahan gaya hidup tidak selalu harus dilakukan secara drastis.
Kenaikan harga plastik justru bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam mengelola sampah dan konsumsi sehari-hari.
Dilansir dari Jawapos, Founder Kelas Belajar Zero Waste sekaligus inisiator Sahabat Alam Cilik, D.K. Wardhani, menilai langkah pertama yang perlu dilakukan bukan langsung mengganti seluruh barang berbahan plastik yang ada di rumah.
Baca Juga: Ajarkan Bawa Tumbler Sendiri, Bule Ajak Siswa Kurangi Sampah Plastik
Menurut perempuan yang akrab disapa Dini itu, perubahan akan lebih mudah dijalankan jika dilakukan secara bertahap dan realistis.
Mulai dari Audit Sampah Rumah Tangga
Dini menyarankan masyarakat melakukan trash audit atau audit sampah di rumah. Langkah ini dilakukan dengan mengamati jenis dan jumlah sampah yang paling sering dihasilkan setiap hari.
’’Dari situ kita bisa tahu pola konsumsi kita. Misalnya ternyata paling banyak itu plastik kresek dari belanja harian,’’ jelasnya.
Melalui audit sampah, rumah tangga dapat mengetahui sumber utama limbah sehingga upaya pengurangannya menjadi lebih terarah dan efektif.
Puluhan Kantong Plastik dalam Sepekan
Dini mencontohkan, dalam sekali berbelanja ke tukang sayur, seseorang bisa membawa pulang banyak kantong plastik dari berbagai jenis bahan makanan.
Baca Juga: Harga Plastik Naik Tekan UMKM Pontianak, Pedagang Keluhkan Untung Makin Menipis
Mulai dari sayur, tempe, cabai hingga ikan biasanya dikemas secara terpisah. Jika dikumpulkan selama seminggu, jumlahnya bisa mencapai puluhan kantong.
Dalam satu bulan, jumlah tersebut bahkan dapat menyentuh lebih dari 100 kantong plastik.
’’Kalau kita hargai Rp 50 saja per kantong, sebenarnya kita sudah buang selembar uang 5 ribu. Kecil, tapi kalau terus-menerus ya besar,’’ katanya.
Menurut Dini, kesadaran terhadap pola konsumsi inilah yang menjadi fondasi penting untuk memulai perubahan menuju gaya hidup yang lebih minim sampah. (*)
Editor : Chairunnisya