Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Trans Kalimantan Disiapkan, Peluang Bangun Kereta Api Hijau dan Modern Kian Terbuka

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 17 Juni 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi peta jalur kereta api trans-kalimantan yang akan menjadi urat nadi konektivitas di pulau tersebut. (GEMINI AI)
Ilustrasi peta jalur kereta api trans-kalimantan yang akan menjadi urat nadi konektivitas di pulau tersebut. (GEMINI AI)

PONTIANAK POST - Kalimantan dikenal sebagai satu-satunya pulau besar di Indonesia yang belum memiliki jaringan kereta api umum.

Di tengah ketertinggalan itu, ada sebuah peluang yang justru tidak dimiliki oleh daerah lain. Pembangunan sistem perkeretaapian yang lebih hijau, modern, dan rendah emisi.

Pemerintah pun mulai memasukkan pengembangan Kereta Api Trans Kalimantan sebagai bagian dari strategi besar pemerataan infrastruktur nasional.

Baca Juga: Menhub Dudy Pastikan Pengembangan Kereta Api Trans Sumatera Dipercepat, Proyek Strategis untuk Konektivitas dan Logistik

Kereta Api Tak Lagi Sekadar Alat Transportasi

Pemerintah terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa, termasuk Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Langkah tersebut bukan hanya untuk memperkuat konektivitas nasional, tetapi juga menekan biaya logistik dan mendorong pemerataan pembangunan antar wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pernah mengatakan bahwa pengembangan kereta api kini menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.

Menurutnya, pengembangan jaringan rel di luar Jawa sedang dirumuskan secara komprehensif bersama berbagai kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Menhub Pastikan Pengembangan Kereta Api Sulawesi Dipercepat, Jadi Tumpuan Konektivitas Indonesia Timur

“Kereta api kita harapkan bisa berperan lebih besar, bukan hanya untuk penumpang, melainkan juga untuk angkutan barang. Dengan begitu, biaya logistik bisa ditekan dan produktivitas daerah meningkat,” ujar AHY dikutip dari laman Kemenko Bidang Infra (22/4).

Berpeluang Terapkan Teknologi Baru

Di saat Pulau Jawa telah memiliki jaringan rel yang padat dan Sumatra terus mengembangkan konektivitas antardaerah, Kalimantan masih belum memiliki jaringan kereta api umum.

AHY mengakui kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Menurutnya, Sumatra sudah memiliki jaringan rel meski belum sepenuhnya terhubung.

Sulawesi masih terbatas, sementara Kalimantan bahkan belum mempunyai jaringan kereta api sama sekali.

Namun, belum adanya rel justru bisa menjadi keuntungan tersendiri.

Tanpa terbebani infrastruktur lama, Kalimantan memiliki peluang untuk langsung mengadopsi teknologi perkeretaapian terbaru. Pembangunan dapat dirancang dengan sistem persinyalan digital, operasi yang lebih otomatis, hingga penggunaan kereta listrik atau teknologi energi bersih lainnya.

Baca Juga: Hal-Hal Terbaru tentang Proyek Kereta Api Kalimantan

Artinya, Kalimantan tidak harus mengikuti jejak pembangunan kereta api konvensional seperti yang dilakukan puluhan tahun lalu.

Pulau ini justru berpeluang melompat langsung ke sistem transportasi masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Emisi Kereta Api Jauh Lebih Rendah

Salah satu alasan pemerintah mendorong pengembangan kereta api adalah karena moda transportasi ini dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan transportasi jalan.

AHY mengungkapkan kontribusi emisi karbon dari sektor perkeretaapian sangat kecil, yakni kurang dari 1 persen.

Baca Juga: Peluang Kereta Api Kalimantan Makin Terbuka, BRIN Kembangkan Teknologi Baru untuk Infrastruktur Rel

“Kontribusi emisi dari kereta api sangat kecil, kurang dari 1 persen, dibandingkan transportasi darat berbasis jalan yang mencapai sekitar 89 persen. Artinya, pengembangan kereta juga sejalan dengan upaya kita mengurangi emisi karbon,” ungkapnya.

Dengan kondisi geografis yang masih didominasi hutan dan kawasan konservasi, penerapan transportasi rendah emisi menjadi isu penting bagi Kalimantan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #teknologi baru #trans kalimantan