Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Komisi V DPR RI Dukung Kereta Api Kalimantan, Syarif Abdullah Alkadrie Nilai Bisa Ubah Masa Depan Ekonomi Daerah

Deny Hamdani • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi kereta api jadi andalan distribusi material konstruksi. (ANTARA)
Ilustrasi kereta api jadi andalan distribusi material konstruksi. (ANTARA)

PONTIANAK POST – Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan jaringan kereta api Pulau Kalimantan (Borneo Railway) yang dirancang menghubungkan wilayah Indonesia dengan Malaysia hingga Brunei Darussalam.

Menurut Syarif, kehadiran jalur kereta api lintas negara tersebut berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih menjadi tantangan utama di Pulau Kalimantan.

"Dari Komisi V kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik rencana pembangunan jalur kereta api Pulau Kalimantan atau Borneo yang melewati negara tetangga Malaysia hingga Brunei Darussalam," ujarnya Rabu (17/6).

Baca Juga: Hal-Hal Terbaru tentang Proyek Kereta Api Kalimantan

Ia menilai moda transportasi kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Dengan adanya jalur kereta api, barang dapat dikumpulkan dalam jumlah besar sehingga biaya logistik menjadi lebih murah. Ini akan meningkatkan daya saing ekonomi kawasan," katanya.

Syarif menjelaskan, secara geografis Kalimantan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada dekat dengan jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan Malaysia serta Brunei Darussalam.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal besar untuk mengembangkan sistem transportasi terpadu yang mampu mendukung perdagangan regional maupun internasional.

Baca Juga: Peluang Kereta Api Kalimantan Makin Terbuka, BRIN Kembangkan Teknologi Baru untuk Infrastruktur Rel

Ia mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan sebenarnya telah lama dibahas bersama pemerintah. Namun, proyek tersebut belum terealisasi karena membutuhkan investasi yang sangat besar.

"Program kereta api Kalimantan sebenarnya sudah pernah dibahas secara menyeluruh. Secara konsep sangat ideal, tetapi memang membutuhkan anggaran yang sangat besar apabila hanya mengandalkan APBN maupun BUMN," ujarnya.

Karena itu, ia mendukung keterlibatan investor maupun pihak ketiga dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur tersebut.

"Saya sangat setuju apabila ada pihak ketiga atau investor yang bersedia berinvestasi untuk pembangunan jalur kereta api di Kalimantan," katanya.

Soroti Keselamatan Perlintasan Kereta

Sebelumnya, Syarif juga mengungkapkan bahwa Komisi V DPR RI dalam rapat kerja bersama Kementerian Perhubungan turut menyoroti tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di berbagai daerah.

Ia meminta Kementerian Perhubungan melakukan audit menyeluruh terhadap titik-titik perlintasan yang memiliki tingkat risiko tinggi, terutama di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Menurutnya, pembangunan flyover maupun underpass pada lokasi prioritas perlu dipercepat sebagai langkah mengurangi kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan.

Baca Juga: Masyarakat Transportasi Indonesia Dorong Percepatan Kereta Api Kalimantan

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Perlintasan sebidang di kawasan padat perlu ditata secara serius karena menyangkut nyawa manusia sekaligus kelancaran transportasi," tegas beberapa waktu lalu

Syarif berharap seluruh masukan yang disampaikan Komisi V DPR RI dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor transportasi nasional.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing daerah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Pembangunan transportasi harus dirancang secara efektif, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (den)

Editor : Miftahul Khair
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #biaya logistik #ekonomi daerah