Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kabar Baik, Guru Madrasah Non-ASN Terima Uang Insentif Akhir Juni Ini

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 17 Juni 2026 | 22:50 WIB
NASARUDDIN UMAR,  Menteri Agama
NASARUDDIN UMAR, Menteri Agama

PONTIANAK POST – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan insentif guru madrasah non-ASN untuk periode Januari–Juni 2026 akan mulai dicairkan pada akhir bulan ini. Setiap penerima akan memperoleh insentif sebesar Rp1,5 juta yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing.

Pencairan insentif guru madrasah non-ASN tersebut menjadi kabar yang dinantikan ribuan tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada guru yang belum berstatus aparatur sipil negara (ASN).

Besaran insentif ditetapkan Rp250 ribu per bulan. Dengan skema pencairan per semester, guru penerima akan memperoleh total Rp1,5 juta untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Merujuk pola penyaluran tahun sebelumnya, pencairan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk periode Januari–Juni dibayarkan pada akhir Juni, sedangkan tahap kedua untuk periode Juli–Desember dijadwalkan cair pada akhir tahun.

"Alhamdulillah, tahun baru ini kita awali dengan berbagi kabar baik. Insya Allah, insentif guru madrasah non-ASN akan mulai cair pada akhir Juni 2026," ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (17/6/2026).

Nasaruddin mengapresiasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi pencairan.

Menurut dia, proses tersebut membutuhkan ketelitian karena jumlah penerima insentif yang sangat besar dan tersebar di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan pihaknya saat ini sedang merampungkan buku rekening kolektif bagi para penerima insentif.

"Ini tentu perlu waktu dan kerja keras tim GTK Madrasah," ujarnya.

Ia memastikan dana insentif akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran sekaligus meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Menurut Amin, insentif tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi guru madrasah non-ASN yang selama ini berperan penting dalam layanan pendidikan keagamaan di berbagai daerah.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Agama belum merilis jumlah final penerima insentif guru madrasah non-ASN tahun 2026. Namun, data Direktorat GTK Madrasah menunjukkan program kesejahteraan serupa pada 2025 menjangkau 211.992 guru dan tenaga kependidikan madrasah non-ASN di seluruh Indonesia, terdiri atas 186.148 guru dan 25.844 tenaga kependidikan.

Data Kementerian Agama tahun 2025 menunjukkan jumlah guru madrasah di Indonesia mencapai ratusan ribu orang yang tersebar di jenjang MI, MTs, dan MA, baik negeri maupun swasta.

Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), tercatat terdapat 41.494 guru di madrasah negeri dan 259.966 guru di madrasah swasta. Sementara pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), terdapat 58.863 guru negeri dan 209.210 guru swasta.

Adapun pada jenjang Madrasah Aliyah (MA), jumlah guru mencapai 39.802 orang di madrasah negeri dan 107.007 orang di madrasah swasta.

Besarnya jumlah tenaga pendidik tersebut menunjukkan peran strategis guru madrasah dalam mendukung pendidikan nasional. Karena itu, pencairan insentif diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendukung kualitas pembelajaran bagi jutaan siswa madrasah di seluruh Indonesia.

Pada tahun sebelumnya, Kementerian Agama menganggarkan Rp897,16 miliar untuk program insentif guru non-PNS. Menteri Agama Nasaruddin Umar saat itu menyatakan alokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan nasional. Sementara untuk 2026, pemerintah baru mengumumkan jadwal pencairan insentif sebesar Rp1,5 juta per guru untuk periode Januari–Juni, sedangkan total pagu anggaran program belum dipublikasikan. (ars)

 

 

Jumlah Guru di Madrasah (2025)

Sumber: Kementerian Agama RI

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#insentif guru madrasah non-ASN #pencairan insentif guru #guru madrasah #kementerian agama #nasaruddin umar