Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong BGN Tambah Menu Protein Hewani untuk Stabilkan Pasar

Miftahul Khair • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:40 WIB
DAGING AYAM: Pedagang ayam potong sedang beraktifitas pada lapaknya di Pasar Flamboyan. Pasar tradisional seperti Pasar Flamboyan yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat.
DAGING AYAM: Pedagang ayam potong sedang beraktifitas pada lapaknya di Pasar Flamboyan. Pasar tradisional seperti Pasar Flamboyan yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat.

PONTIANAK POST – Pemerintah mengambil langkah untuk merespons penurunan harga ayam dan telur di tingkat peternak. Salah satu strategi yang disiapkan yakni mendorong peningkatan konsumsi produk peternakan melalui program Badan Gizi Nasional (BGN).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar lebih sering menyediakan menu berbahan telur dan daging ayam.

Amran berharap konsumsi telur yang sebelumnya hanya diberikan satu kali dalam sepekan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali, termasuk untuk menu ayam.

Baca Juga: Mentan Surati Kapolri, Minta PKS Penekan Harga TBS Sawit Ditindak

“Kami langsung telepon Kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu, biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali, termasuk ayam,” ujar Amran usai menghadiri pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6).

Menurut Amran, langkah tersebut tidak hanya bertujuan membantu menyerap produksi peternak, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Ia menyebut usulan tersebut telah mendapat respons positif dari BGN sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan bergizi dan stabilitas harga komoditas peternakan.

“Sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” ucapnya.

Baca Juga: Bulog Bidik Harga Premium untuk Ekspor Beras ke Sarawak

Selain mendorong peningkatan konsumsi melalui program gizi, Kementerian Pertanian juga telah mengundang para peternak ayam dan telur untuk mencari solusi menghadapi kondisi pasar yang mengalami tekanan.

Amran menyampaikan pemerintah bersama pelaku usaha peternakan membahas berbagai langkah agar harga di tingkat peternak dapat kembali membaik.

“Kami mengumpulkan peternak-peternak untuk ayam dan telur, kami kumpulkan, kami diskusi. Kemudian memberikan beberapa solusi,” katanya.

Pemerintah berharap kebijakan peningkatan konsumsi telur dan ayam melalui program BGN dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usaha peternak di berbagai daerah. (*)

Editor : Miftahul Khair
#harga ayam #BGN #harga telur #menteri pertanian