Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Presiden Dorong Akademi Olahraga dari SD hingga SMA untuk Cetak Atlet Berprestasi dan Perkuat Pembinaan Nasional

Basilius Andreas Gas • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:38 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan keterangan media di Hambalang, Bogor, Jakarta, Jumat (19/6). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan keterangan media di Hambalang, Bogor, Jakarta, Jumat (19/6). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

PONTIANAK POST- Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan sistem pembinaan olahraga nasional melalui pembentukan akademi olahraga yang akan menjaring dan membina atlet sejak usia dini guna menciptakan prestasi yang berkelanjutan di masa depan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan akademi olahraga tersebut dirancang menjadi pusat pembinaan atlet yang terintegrasi mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita mulai dari SD, SMP, SMA," ujar Erick di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut Erick, pembinaan sejak usia muda menjadi langkah penting dalam membangun fondasi olahraga nasional yang kuat dan berkesinambungan. Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap dapat mencetak atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat internasional.

Ia menambahkan, pembangunan akademi olahraga akan menjadi bagian penting dalam ekosistem pembinaan olahraga nasional yang lebih terstruktur dan terarah.

Selain fokus pada pengembangan atlet muda, Presiden juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan atlet setelah mereka mengakhiri karier di dunia olahraga. Salah satu hal yang dibahas adalah penyusunan skema dana pensiun bagi atlet yang saat ini masih dalam tahap perumusan oleh pemerintah.

"Presiden kembali menanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu. Itu yang saya bisa sampaikan untuk persiapan Kemenpora," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas. Pemerintah diminta memastikan para atlet disabilitas memperoleh kesempatan dan dukungan yang setara dalam mengembangkan potensi mereka.

"Masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga, itu hampir 11 persen. Artinya dengan itu, Bapak Presiden ingin mendorong para olahragawan disabilitas ini benar-benar diperhatikan," kata Erick.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat disabilitas terhadap aktivitas olahraga menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperluas berbagai program pembinaan dan dukungan yang inklusif. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi sekaligus prestasi atlet disabilitas Indonesia di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#menpora #presiden #prabowo #olahraga #atlet