Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Mahasiswa Sampaikan Tuntutan, DPR Langsung Hubungi Menteri ESDM dan Kepala BGN

Uray Ronald • Jumat, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa saat bertemu dengan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa saat bertemu dengan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA)

 

PONTIANAK POST — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang saat menerima audiensi mahasiswa yang berunjuk rasa di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (19/6).

Langkah tersebut dilakukan untuk merespons langsung sejumlah tuntutan mahasiswa terkait kenaikan harga BBM, ketersediaan BBM subsidi, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pertemuan itu, mahasiswa dapat mendengar penjelasan pemerintah secara langsung mengenai isu yang mereka soroti.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, komunikasi dilakukan agar aspirasi yang dibawa mahasiswa tidak berhenti di ruang audiensi, melainkan segera diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan mengambil kebijakan.

"Semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional," kata Saan dalam konferensi pers usai audiensi.

Baca Juga: DPR Respons Aspirasi Mahasiswa, Kelangkaan BBM, Harga Pertamax, dan Evaluasi MBG Jadi Sorotan

Efisiensi Anggaran Rp70 Triliun untuk Program MBG

Dalam dialog tersebut, pemerintah juga menjelaskan kebijakan efisiensi anggaran MBG yang disebut mencapai sekitar Rp70 triliun. Dana tersebut berasal dari penyisiran sejumlah pos belanja yang dinilai kurang efektif.

Menurut Saan, anggaran itu diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab kekhawatiran mahasiswa mengenai arah penggunaan anggaran negara dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional menjelaskan bahwa pagu APBN 2026 yang dikelola langsung BGN sebesar Rp268 triliun.

Program prioritas nasional tersebut ditujukan untuk memperluas akses gizi bagi sekitar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

Kelangkaan BBM Subsidi Jadi Sorotan Mahasiswa

Selain isu anggaran, mahasiswa menyoroti persoalan kenaikan harga Pertamax dan kelangkaan BBM subsidi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia disebut berkomitmen mencari solusi atas berbagai persoalan distribusi dan ketersediaan bahan bakar.

Saan mengatakan pemerintah akan berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap BBM subsidi sesuai kebutuhan.

"Stabilitas politik dan ekonomi sangat penting karena memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, dan hal itu juga menjadi salah satu perhatian mahasiswa," ujarnya.

Suara Mahasiswa: Jangan Abaikan Persoalan Kebutuhan Dasar

Di tengah pembahasan kebijakan, mahasiswa menekankan pentingnya pemerintah menjaga kebutuhan dasar masyarakat. Mereka menilai persoalan pangan dan biaya hidup merupakan isu yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, berharap DPR menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.

"Isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena," kata Dhenni.

Baca Juga: Ribuan Personel Amankan Aksi Mahasiswa di DPR, Massa Trisakti Bertahan Sampaikan Aspirasi Hingga Petang

Pernyataan tersebut menggambarkan keresahan yang dirasakan sebagian masyarakat ketika harga kebutuhan meningkat atau akses terhadap kebutuhan pokok terganggu. Bagi banyak keluarga, stabilitas harga pangan dan energi bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup sehari-hari.

DPR Diminta Kawal Aspirasi Hingga Menjadi Kebijakan

Audiensi antara DPR dan mahasiswa berakhir dengan komitmen untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan rapat, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, DPR menyatakan akan terus mengawal berbagai masukan tersebut kepada pemerintah. Fokus utama yang mengemuka adalah menjaga stabilitas ekonomi, menjamin ketersediaan BBM subsidi, serta memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan tepat sasaran.*

Editor : Uray Ronald
#DPR RI #bahlil lahadalia #demonstrasi mahasiswa #bbm subsidi #Makan Bergizi Gratis