Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Dapat Rp60 Miliar untuk Renovasi 13 Madrasah, Masuk Prioritas Nasional Pemerintah

Hanif • Senin, 22 Juni 2026 | 10:19 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono

PONTIANAK POST  Kalimantan Barat menjadi satu-satunya provinsi yang mendapat alokasi khusus pada tahap kedua Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Madrasah. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk merehabilitasi dan merenovasi 13 madrasah di provinsi ini guna meningkatkan kualitas dan keamanan sarana pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan program tersebut merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan sektor pendidikan.

“Program Hasil Terbaik Cepat menjadi prioritas dari Presiden Prabowo Subianto,” kata AHY di Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6).

Program tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta Digitalisasi Pembelajaran.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang Belum Rampung, Pemkot Siapkan Sekolah Alternatif bagi Siswa

Secara nasional, sebanyak 1.397 madrasah menjadi sasaran rehabilitasi dan renovasi dengan total anggaran mencapai Rp4 triliun. Program itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia.

AHY menjelaskan, hingga saat ini pemerintah telah menuntaskan renovasi 548 madrasah yang tersebar di 26 provinsi dengan nilai anggaran sekitar Rp1,3 triliun.

Sementara itu, tahap kedua yang menggunakan skema single year contract dipusatkan di Kalimantan Barat. Sebanyak 13 madrasah menjadi sasaran perbaikan dengan dukungan anggaran sekitar Rp60 miliar.

Menurut AHY, selain tahap kedua di Kalbar, pemerintah juga menjalankan program rehabilitasi melalui skema multi year contract 2025-2026 yang mencakup 836 madrasah di berbagai daerah dengan total anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Hingga saat ini, progres pelaksanaannya telah mencapai 62 persen.

AHY menuturkan program rehabilitasi madrasah memiliki urgensi yang tinggi. Program tersebut lahir dari keprihatinan atas insiden robohnya bangunan di salah satu pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengakibatkan korban jiwa.

Baca Juga: AHY Siapkan Jalur Kereta Api Kalimantan, Pengamat Sebut Banyak Manfaat

Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi para siswa. Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat renovasi bangunan pendidikan yang dinilai sudah tidak memenuhi standar keselamatan.

“Ini adalah sebuah program yang tentunya memiliki urgensi dan kita punya target untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia,” ujar AHY.

Bagi Kalimantan Barat, alokasi khusus pada tahap kedua ini menjadi peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan berbasis madrasah. Perbaikan infrastruktur tidak hanya diharapkan menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan aman, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, 13 madrasah di Kalbar diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan yang berkualitas dan memberikan rasa aman bagi para peserta didik dalam menjalani proses belajar mengajar. (ant)

Editor : Hanif
#PHTC #ahy #kalbar #madrasah #Renovasi