PONTIANAK POST - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sripeni Inten Cahyani menekankan bahwa energi nuklir menjadi kebutuhan strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia di masa mendatang. Ia menyampaikan hal itu dalam Diskusi Panel “American Leadership in Clean Nuclear Strategy” di @america Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurut Inten, pengembangan energi baru termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) perlu dipandang sebagai bagian dari kebutuhan nasional yang semakin mendesak, seiring banyak negara di dunia mulai mengembangkan energi nuklir sebagai sumber listrik utama.
“Kalau hampir semua negara juga akan menuju ke sana, maka menurut saya tidak ada salahnya kita menjadi bagian dari itu. Saat ini kita membutuhkan listrik dengan kapasitas besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Inten juga menyoroti rendahnya tingkat kesadaran publik di Indonesia terhadap energi baru dan terbarukan, termasuk energi nuklir. Berdasarkan data DEN, tingkat dukungan terhadap energi nuklir di Indonesia di kawasan Asia Tenggara masih sekitar 39 persen.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam pengembangan industri nuklir nasional, sehingga diperlukan edukasi publik yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kesadaran publik itu krusial untuk masa depan energi kita,” katanya.
Lebih lanjut, Inten mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam membentuk pemahaman yang lebih objektif mengenai kebutuhan energi nasional.
“Generasi muda bisa melihat ini dengan lebih jernih, bahwa ini kebutuhan dan masa depan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa teknologi nuklir telah digunakan secara luas di berbagai negara dengan standar keselamatan yang terus berkembang. Menurutnya, persepsi risiko yang berlebihan perlu diluruskan melalui pemahaman ilmiah.
“Ada yang masih ragu soal safety. Padahal kita sehari-hari juga bersentuhan dengan nuklir, misalnya saat rontgen,” jelas Inten.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya telah mengidentifikasi 28 lokasi potensial untuk pengembangan awal pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia sebagai bagian dari kajian kesiapan nasional. Salah satunya di Pantai Gosong, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro