Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Balita Terjebur Sumur 12 Meter di Banyuwangi Selamat, Tiba-TIba Lancar Bicara

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:58 WIB
Petugas Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muklisin, saat membantu proses evakuasi balita yang terjebur ke dalam sumur di Banyuwangi. (Radar Banyuwangi/Jawa Pos)
Petugas Damkarmat Sektor Genteng, Irfan Muklisin, saat membantu proses evakuasi balita yang terjebur ke dalam sumur di Banyuwangi. (Radar Banyuwangi/Jawa Pos)

PONTIANAK POST – Meysa Caira Nadira, balita perempuan berusia tiga tahun asal Dusun Krajan 2, Desa/Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali beraktivitas seperti biasa setelah sempat terjebur ke dalam sumur sedalam 12 meter pada Kamis (18/6/2026) sore.

Meski mengalami kejadian yang mengagetkan, Meysa hanya mengalami luka ringan berupa lecet di punggung dan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma berat. Keluarga menyebut kondisi bocah tersebut kini kembali ceria seperti sebelum kejadian.

Dalam 100 kata pertama ini, kata kunci balita jatuh sumur Banyuwangi menjadi sorotan utama peristiwa yang sempat membuat warga panik tersebut.

Sumur Lawas di Tengah Rumah

Menurut keterangan keluarga, sumur tersebut berada di dekat ruang tamu rumah dan sudah tidak digunakan. Area sumur telah dikelilingi pondasi setinggi sekitar satu meter dengan tambahan penutup tripleks di bagian atas.

Namun, keluarga mengaku masih heran bagaimana Meysa yang berusia tiga tahun dapat mencapai area tersebut hingga akhirnya terjatuh.

“Dari lantai ruang tamu, ketinggian penghalang sekitar dua meter. Tidak mungkin anak sekecil dia bisa memanjat sampai ke sana,” kata kakeknya, Edi Sukarno.

Detik-Detik Kejadian

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB saat Edi sedang beristirahat di dalam kamar. Tiba-tiba ia mendengar suara patahan tripleks disusul tangisan Meysa.

“Saya langsung bangun dan lihat dia sudah di dalam sumur,” ujarnya.

Beruntung, kondisi sumur saat itu hanya menyisakan sedikit air sehingga tidak menenggelamkan korban.

Evakuasi Dramatis 12 Meter

Warga sekitar segera berdatangan bersama petugas Damkarmat Sektor Genteng Banyuwangi yang membawa peralatan rescue. Upaya evakuasi dilakukan menggunakan tangga, namun sempat gagal karena tidak mencapai dasar sumur.

Paman korban kemudian turun langsung ke dalam sumur sedalam 12 meter untuk mengevakuasi Meysa.

Menurut keluarga, di tengah proses evakuasi, Meysa sempat berbicara dengan jelas dan meminta pamannya segera naik.

“Dia bilang, ‘Om ayo naik, Om’, sambil menangis,” kata Edi.

Pemeriksaan Medis dan Kondisi Pulih

Setelah dievakuasi, Meysa langsung dibawa ke RS Al Huda untuk pemeriksaan medis. Dokter menyatakan tidak ditemukan kondisi serius sehingga rontgen tidak diperlukan.

Bahkan, tak lama setelah diperiksa, Meysa sudah kembali berlari di area rumah sakit. Keluarga kemudian membawa pulang korban dan melakukan perawatan sederhana di rumah.

Keluarga Masih Heran

Keluarga mengaku masih belum memahami bagaimana peristiwa itu bisa terjadi, mengingat struktur pengaman di sekitar sumur cukup tinggi untuk ukuran anak kecil.

Meski demikian, keluarga memastikan sumur kini telah ditutup kembali demi keamanan.

“Yang trauma justru kami. Meysa sudah kembali seperti biasa,” kata pihak keluarga. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#balita jatuh sumur #evakuasi Damkar Banyuwangi #kecelakaan anak kecil #penyelamatan sumur dalam #Gambiran Banyuwangi kejadian