PONTIANAK POST – Isu sekitar 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang disebut tidak melakukan daftar ulang menuai perhatian publik. Namun, klaim tersebut dipastikan tidak tepat.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menegaskan bahwa data tersebut tidak hanya berasal dari peserta SNBP, melainkan gabungan dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru.
Dalam 100 kata pertama ini, kata kunci SNBP tidak daftar ulang 2026 menjadi fokus klarifikasi utama untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.
“Kalau 60.000 dari SNBP itu tidak benar. Kuota SNBP hanya sekitar 185.000, jadi tidak mungkin 60.000 tidak daftar ulang,” ujar Eduart saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Data Tidak Hanya dari Jalur SNBP
Eduart menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru terdiri dari tiga jalur, yakni SNBP, Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan seleksi mandiri yang dikelola masing-masing perguruan tinggi.
Menurutnya, angka yang beredar di publik merupakan akumulasi dari berbagai jalur tersebut, bukan spesifik dari SNBP.
Alasan Mahasiswa Tidak Daftar Ulang Beragam
SNPMB menyebut terdapat beberapa faktor yang menyebabkan calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lolos seleksi.
Salah satunya adalah ketidaksesuaian pilihan program studi. Sebagian peserta disebut diterima di pilihan jurusan yang bukan prioritas utama mereka.
“Ada yang keterima di pilihan ketiga atau keempat, lalu mereka memilih jalur lain seperti mandiri,” jelas Eduart.
Peran Jalur Mandiri dan Strategi Pendaftaran
Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian calon mahasiswa yang memilih beralih ke jalur seleksi mandiri atau perguruan tinggi swasta demi mendapatkan jurusan yang lebih sesuai dengan minat mereka.
Fenomena ini menunjukkan adanya strategi baru dalam memilih jalur masuk perguruan tinggi di tengah ketatnya persaingan.
KIP Kuliah Jadi Faktor Penentu
Selain itu, faktor pembiayaan juga menjadi pertimbangan. Eduart menyebut ada peserta yang tidak melanjutkan daftar ulang karena tidak lolos program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Sudah lolos SNBP atau SNBT, tapi tidak eligible KIP Kuliah, akhirnya tidak daftar ulang,” ujarnya. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro