PONTIANAK POST - Harapan menghadirkan jaringan kereta api pertama di Pulau Kalimantan segera menemukan titik terang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan proyek strategis tersebut sudah mulai menunjukkan wujud fisiknya pada 2029, seiring proses kerja sama dengan investor yang terus berjalan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, mengatakan saat ini pemerintah daerah tengah mematangkan tahapan awal pembangunan, termasuk pembahasan draf kerja sama dengan investor.
Baca Juga: Rp25 Triliun Tanpa Sepeser APBD, Taruhan Besar Swasta di Rel Kereta Kaltara
“Harapan kita sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Gubernur dan Ketua DPRD Kaltara, 2029 itu paling tidak sudah ada kelihatan bentuknya,” ujarnya dikutip dari Antara (2/5).
Investor Dinilai Serius Garap Proyek Kereta Api
Optimisme terhadap pembangunan jaringan kereta api di Kaltara juga disampaikan Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang.
Menurutnya, investor yang tertarik mengembangkan proyek tersebut menunjukkan keseriusan untuk berinvestasi di provinsi termuda di Indonesia itu.
Karena itu, Pemprov Kaltara menargetkan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor dapat dilakukan pada tahun ini.
“Saya optimis. Sangat optimis dan mereka juga investor ini sangat serius untuk melakukan kegiatan di wilayah Kaltara. Di tahun ini target MoU akan kita tandatangani,” kata Zainal.
Menurutnya, peluang pembangunan kereta api di Kaltara semakin terbuka setelah pemerintah pusat memberikan sinyal kuat untuk memperluas jaringan perkeretaapian ke luar Pulau Jawa.
Belum lama ini, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengembangan jalur kereta api dilakukan di berbagai pulau yang hingga kini belum memiliki jaringan rel.
“Kalau untuk Jawa sudah tuntas, Sumatera sudah sebagian provinsi dan Sulawesi sudah dari Makassar ke Parepare. Nah Kalimantan ini belum ada,” ujar Zainal.
Sudah Masuk dalam Dokumen Pembangunan Daerah
Bertius menjelaskan, pembangunan kereta api sebenarnya bukan rencana baru. Program tersebut telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kaltara sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah.
Meski tidak disebut secara spesifik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pembangunan jaringan kereta api menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan pemerintah untuk mendukung mobilitas orang dan barang di masa depan.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Kalimantan Rp6,98 Triliun Dimatangkan, Kaltara Bidik Pusat Logistik Masa Depan
“Kalau RPJMD memang secara spesifik tidak. Tetapi programnya itu ada, yaitu program konektivitas antarwilayah. Nah itu salah satunya masuk dalam pendekatannya dengan membangun kereta api,” jelasnya.
Tahun Ini Masuk Tahap Administrasi dan Penentuan Jalur
Saat ini, Pemprov Kaltara masih mencermati draf kerja sama yang diajukan PT Intra terkait rencana pembangunan jaringan kereta api.
Setelah proses tersebut selesai, kedua pihak akan menandatangani kerja sama sebagai bentuk komitmen untuk menjajaki pembangunan rel kereta api di Kaltara.
Bertius mengatakan, berdasarkan jadwal yang disusun investor, tahun ini menjadi fase penting karena berbagai proses administrasi dan identifikasi lokasi sudah harus mulai dilakukan.
Baca Juga: Seabad Menunggu Janji, Nol Rel: Menelusuri Wacana Kereta Api Kalimantan Barat dari Masa ke Masa
Penentuan trase atau jalur rel menjadi salah satu tahapan yang akan dikerjakan. Jika jalur yang dipilih melintasi kawasan hutan, maka diperlukan proses perizinan berupa pinjam pakai kawasan hutan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau dari skedulnya PT Intra, tahun ini sudah harus dimulai proses administrasinya dan pencermatan lokasi yang akan dilalui. Karena jika melalui kawasan hutan, maka ada proses pinjam pakai kawasan nantinya,” ujarnya. (*)
Editor : Miftahul Khair