Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

100 Ribu Petani dan Nelayan Padati PENAS XVII Gorontalo, Sambut Kehadiran Prabowo

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:50 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyapa peserta PENAS XVII di Gorontalo, Rabu (24/6). Sekitar 100 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah hadir membawa harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyapa peserta PENAS XVII di Gorontalo, Rabu (24/6). Sekitar 100 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah hadir membawa harapan baru bagi penguatan ketahanan pangan Indonesia.

PONTIANAK POST - Sekitar 100 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia memadati Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Mereka datang untuk mengikuti puncak kegiatan sekaligus menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tony, Kabupaten Gorontalo.

Sekitar 55 ribu peserta berada di area utama kegiatan. Sejak pukul 06.00 WITA, antrean panjang sudah terlihat saat peserta memasuki lokasi acara.

Puluhan ribu peserta lainnya berada di luar area utama untuk menyaksikan langsung kehadiran kepala negara yang dinilai memberi perhatian besar terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.

PENAS XVII sebelumnya dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ajang nasional ini menjadi wadah silaturahmi, pertukaran teknologi, inovasi, dan penguatan jejaring petani serta nelayan dari Sabang hingga Merauke.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tingginya antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap masa depan pertanian Indonesia.

"Kehadiran puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia menunjukkan besarnya harapan rakyat terhadap pembangunan pertanian Indonesia. Mereka ingin bertemu langsung dengan Presiden, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengucapkan terima kasih atas berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani," ujar Amran.

Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah telah memunculkan optimisme baru di kalangan petani. Mulai dari kemudahan akses pupuk, kebijakan harga gabah di tingkat petani, rehabilitasi irigasi, optimalisasi lahan, program cetak sawah rakyat, hingga modernisasi alat dan mesin pertanian.

Di sisi hulu, pemerintah juga meningkatkan dukungan sarana produksi melalui pupuk bersubsidi. Ombudsman RI mencatat alokasi pupuk subsidi nasional mencapai sekitar 10 juta ton, terdiri atas pupuk urea 4,63 juta ton, NPK 4,73 juta ton, NPK formula khusus 136.870 ton, serta pupuk organik 500 ribu ton. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus memperkuat upaya swasembada pangan nasional.

Semangat mengikuti PENAS XVII dirasakan langsung oleh para peserta yang telah tiba di Gorontalo beberapa hari sebelumnya.

Yogi, petani padi asal Aceh Tamiang, Aceh, mengaku rela menempuh perjalanan panjang demi bisa hadir dalam pertemuan akbar tersebut.

"Kami dari Aceh sangat senang bisa hadir di PENAS. Saya ingin menyampaikan langsung bahwa petani sekarang semakin terbantu dengan berbagai program pemerintah. Mudah-mudahan kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi kepada Bapak Presiden," katanya.

Anani Syarif, petani tanaman pangan, hortikultura sekaligus peternak asal Kabupaten Serang, Banten, menyebut kehadiran Presiden di tengah petani menjadi penyemangat untuk meningkatkan produksi.

"Ini pengalaman yang sangat membanggakan. Kami merasa petani sekarang lebih diperhatikan. Kehadiran Presiden di tengah-tengah petani memberi semangat besar bagi kami untuk terus meningkatkan produksi," ujarnya.

Nurcholis, petani asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berharap dapat mendengar langsung arahan Presiden terkait masa depan sektor pertanian.

Menurut dia, semakin banyak generasi muda yang mulai melirik sektor pertanian karena dinilai semakin menjanjikan.

"Generasi muda mulai banyak yang tertarik masuk sektor pertanian karena sekarang pertanian semakin menjanjikan. Terima kasih Pak Presiden. Kami sangat ingin bertemu dan berdialog langsung dengan Bapak," tuturnya.

Frengky Fred Tungkoye dari Jayapura, Papua, juga datang membawa semangat dari wilayah timur Indonesia.

"Kami datang membawa semangat dari tanah Papua. Banyak perubahan yang kami rasakan di sektor pertanian. Kehadiran Presiden membuat kami semakin yakin bahwa pertanian akan menjadi kekuatan utama Indonesia di masa depan," katanya.

Bagi Robi, petani asal Jawa Barat, kehadiran Presiden menjadi bentuk penghargaan bagi petani sebagai garda terdepan penjaga ketahanan pangan nasional.

"Jarang ada momentum sebesar ini. Kami merasa sangat bahagia karena Presiden hadir langsung bersama petani. Harga hasil panen lebih baik, pupuk lebih mudah didapat, dan program-programnya sangat dirasakan manfaatnya," ujarnya.

PENAS XVII Gorontalo menjadi salah satu pertemuan terbesar petani dan nelayan dalam sejarah Indonesia. Pertemuan ini mempertemukan pelaku utama sektor pangan dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Diperkirakan sekitar 100 ribu petani, nelayan, dan masyarakat hadir dalam puncak acara di Gorontalo.

Kegiatan berlangsung di kawasan GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo.

Banyak peserta berharap dapat menyampaikan aspirasi secara langsung dan memperoleh arahan mengenai masa depan sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional. **

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#petani #amran #Pidato #prabowo #gorontalo