PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto menggelar serangkaian rapat terbatas di kediaman pribadinya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor.
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah pembahasan soal mineral tanah jarang komoditas strategis yang kini menjadi rebutan negara-negara besar di dunia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dipanggil langsung untuk menyampaikan laporan terkini.
Baca Juga: Alasan Di Balik China Mendominasi Logam Tanah Jarang, Apa Peluang Kalimantan ke Depan?
Bukan hanya soal Pendidikan, Brian saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Industri Mineral, menjadikannya tokoh kunci dalam agenda besar ini.
Bukan Sekadar Bahan Tambang Biasa
Logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) bukan komoditas sembarangan. Material ini menjadi tulang punggung industri pertahanan dan teknologi tinggi global.
Mulai dari mesin pesawat tempur, sistem rudal, alat pendeteksi bawah laut, perangkat komunikasi militer, hingga satelit dan kendaraan listrik.
Negara yang menguasai rantai pasok LTJ, menguasai masa depan industri strategis dunia. Dan Indonesia, dengan cadangan mineral yang melimpah, sedang memposisikan diri masuk ke dalam permainan itu.
Baca Juga: Kabupaten Mana di Kalimantan yang Paling Berpotensi Simpan Logam Tanah Jarang? Ini Daftarnya
Prabowo Aktif Jemput Bola
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang turut hadir dalam pertemuan di Hambalang menjelaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari upaya Presiden mendapatkan update terkini atas sejumlah kerja sama yang tengah berjalan.
“Ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawakan sumber daya manusia kita, yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan, dan juga update mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang,” kata Prasetyo kepada wartawan di gerbang utama Padepokan Garuda Yaksa dikutip dari Antara (17/6).
Langkah ini bukan yang pertama. Dalam berbagai pertemuan dengan pemimpin negara sahabat dan komunitas bisnis internasional, Prabowo secara terbuka telah mengundang investasi asing untuk masuk ke sektor eksplorasi dan pengolahan LTJ di Indonesia, sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjadikan komoditas ini sebagai andalan baru. (*)
Editor : Miftahul Khair