Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Teliti Buah Gayam untuk Obat Antidiabetes, Dua Pelajar Raih Emas ISPO 2026 

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 26 Juni 2026 | 23:55 WIB
Dua pelajar SMAN 1 Semarang, Adfa Fauzana Maheswara (16) dan Ruha Khayyana Syakira (16), menampilkan hasil penelitian buah gayam (Inocarpus fagiferus) yang berpotensi menjadi herbal antidiabetes dan mengantarkan mereka meraih medali emas ISPO 2026. (ANTARA/Dokumen Pribadi/aa)
Dua pelajar SMAN 1 Semarang, Adfa Fauzana Maheswara (16) dan Ruha Khayyana Syakira (16), menampilkan hasil penelitian buah gayam (Inocarpus fagiferus) yang berpotensi menjadi herbal antidiabetes dan mengantarkan mereka meraih medali emas ISPO 2026. (ANTARA/Dokumen Pribadi/aa)

PONTIANAK POST – Dua pelajar SMA asal Kota Semarang, Adfa Fauzana Maheswara (16) dan Ruha Khayyana Syakira (16), meraih medali emas pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026 setelah meneliti potensi buah gayam sebagai obat antidiabetes.

Penelitian yang mereka lakukan selama enam bulan menunjukkan ekstrak biji gayam mengandung senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula darah pada hewan uji. Temuan tersebut menghadirkan harapan baru di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia.

Berawal dari Buah yang Sering Dijadikan Keripik

Remaja yang akrab disapa Zano itu bersama Ruha mengembangkan penelitian bertajuk Nano Formulasi Ekstrak Biji Gayam (Inocarpus fagiferus) untuk Mitigasi Hiperglikemia. Penelitian tersebut berhasil menyisihkan 40 finalis setelah melalui proses seleksi dari ribuan peserta ISPO 2026.

Buah gayam selama ini dikenal masyarakat sebagai bahan pangan yang diolah menjadi keripik dan makanan tradisional. Namun, kedua pelajar SMAN 1 Semarang itu melihat potensi lain dari tanaman lokal tersebut sebagai bahan baku obat herbal.

"Kami meneliti sejak tahun lalu, selama enam bulan, termasuk uji laboratorium. Buah gayam mengandung senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula dalam darah secara signifikan," kata Adfa di Semarang, Jumat.

Buah gayam (Inocarpus fagiferus) yang kerap dianggap sebagai tanaman biasa menyimpan potensi sebagai herbal antidiabetes. Dari tanaman lokal ini, dua pelajar SMA di Semarang menghadirkan harapan baru bagi pengembangan terapi diabetes berbasis kekayaan hayati Indonesia.
Buah gayam (Inocarpus fagiferus) yang kerap dianggap sebagai tanaman biasa menyimpan potensi sebagai herbal antidiabetes. Dari tanaman lokal ini, dua pelajar SMA di Semarang menghadirkan harapan baru bagi pengembangan terapi diabetes berbasis kekayaan hayati Indonesia.
 

Diuji pada Hewan dan Dipatenkan

Penelitian yang didampingi guru SMAN 1 Semarang Martin Wibowo dan seorang profesor tersebut menghasilkan nanoformulasi ekstrak biji gayam dalam bentuk cairan.

Ekstrak itu telah diuji pada tikus selama 14 hari berturut-turut dan menunjukkan efektivitas dalam menurunkan kadar gula darah. Atas temuannya, formula antidiabetes tersebut telah memperoleh pencatatan hak paten di Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 12 Januari 2026.

"Bentuknya cairan, nanoformulasi," kata Adfa.

Harapan dari Laboratorium Sekolah untuk Jutaan Penderita Diabetes

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia. Peningkatan jumlah penderita diabetes menjadi tantangan serius karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi, mulai dari gangguan ginjal, penyakit jantung, hingga stroke.

Di tengah persoalan tersebut, riset yang lahir dari laboratorium sekolah menghadirkan secercah harapan bahwa kekayaan hayati Indonesia masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam.

"Kami ingin mengembangkan lagi hasil penelitian ini untuk membantu orang-orang yang menderita diabetes," kata Ruha.

Siap Bawa Nama Indonesia ke Amerika Serikat

Atas prestasi di ISPO 2026, Adfa dan Ruha memperoleh rekomendasi untuk mempresentasikan penelitian mereka di Genius Olympiad yang digelar di Rochester Institute of Technology, New York, Amerika Serikat, pada 9-12 Juni mendatang.

"Kami pengen banget bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat. Selain membawa nama Indonesia, juga nama SMA dan Kota Semarang. Ini juga menjadi pengalaman baru buat kami," ujar Ruha.

Sebelumnya, duo peneliti muda tersebut juga menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya juara pertama ajang ICSIT tingkat ASEAN pada Desember 2025 dan runner-up ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) pada Februari 2026.

Konteks dan Pengembangan Penelitian

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi diabetes pada penduduk usia 15 tahun ke atas berdasarkan diagnosis dokter mencapai 2,2 persen, sedangkan berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah mencapai 11,7 persen.

Perbedaan tersebut mengindikasikan masih banyak masyarakat yang hidup dengan diabetes tanpa menyadari kondisinya. Kementerian Kesehatan menilai diabetes sebagai salah satu penyakit tidak menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, yang turut meningkatkan beban pembiayaan kesehatan nasional.

Dalam Profil Kesehatan Indonesia 2023, Kementerian Kesehatan mencatat penyakit katastropik masih menyerap porsi besar pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komplikasi penyakit kronis, termasuk yang berkaitan dengan diabetes seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, membutuhkan biaya penanganan yang tinggi dan berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengembangan inovasi terapi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Penelitian ini membuka harapan baru bagi pengembangan terapi berbasis kekayaan hayati Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi kesehatan dapat lahir dari riset ilmiah yang dilakukan generasi muda. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian pada hewan uji masih memerlukan serangkaian penelitian lanjutan, termasuk uji klinis pada manusia, untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya sebelum dapat direkomendasikan sebagai terapi bagi pasien diabetes.

Bagi jutaan penyandang diabetes di Indonesia, upaya mencari alternatif pengobatan yang lebih aman, efektif, dan terjangkau menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Karena itu, penelitian terhadap potensi buah gayam tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga menghadirkan secercah harapan bahwa tanaman lokal Indonesia dapat berkontribusi dalam penanganan penyakit kronis yang terus meningkat. (ars)

 

FAQ Singkat

Apa itu buah gayam?
Gayam (Inocarpus fagiferus) merupakan tanaman tropis yang banyak ditemukan di Indonesia dan selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan tradisional.

Apakah temuan ini sudah bisa digunakan sebagai obat diabetes pada manusia?
Belum. Hasil penelitian masih terbatas pada hewan uji dan memerlukan penelitian lanjutan serta uji klinis pada manusia.

Mengapa penelitian ini penting?
Penelitian ini menunjukkan potensi tanaman lokal Indonesia sebagai sumber inovasi kesehatan sekaligus membuktikan bahwa riset ilmiah dari pelajar dapat memberikan kontribusi bagi penanganan penyakit kronis.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#buah gayam untuk obat antidiabetes #ISPO 2026 #hiperglikemia #penelitian diabetes #obat herbal