Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Program MBG dengan Prioritas Kelompok 3B dan Wilayah 3T

Rafael B. Junior • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:53 WIB
Siswa melihat isi makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Bulagor 1 yang berlokasi di pedalaman Pandeglang, Banten. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Siswa melihat isi makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Bulagor 1 yang berlokasi di pedalaman Pandeglang, Banten. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)

PONTIANAK POST - Pemerintah serius mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran, dengan memprioritaskan kelompok 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan fokus pada kelompok 3B dilakukan karena pemberian gizi pada kelompok tersebut dinilai paling efektif untuk mencegah dan menurunkan angka gizi buruk (stunting).

“Yang notabene memang intervensi kalau bicara stunting itu paling maksimal ada di situ,” ujar Qodari, dikutip dari Antara, Jumat.

Baca Juga: Kemenkeu Bentuk Tim Pengawas Anggaran MBG, Purbaya Jamin Tak akan Kongkalikong

Selain kelompok 3B, pemerintah juga akan memperluas perhatian kepada daerah 3T yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses dan sumber daya.

“Jadi, bagaimana daerah-daerah yang tertinggal, terluar, terpencil, yang notabene mungkin selama ini perhatian masih kurang, sumber daya juga kurang, itu yang akan diprioritaskan,” katanya.

Menurut Qodari, program MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena disalurkan secara rutin setiap hari selama masa sekolah berlangsung.

Ke depan, Qodari mengatakan pemerintah optimistis berbagai penataan dan penyempurnaan yang dilakukan akan semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan program, mulai dari aspek gizi hingga higienitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

Baca Juga: MBG Kalbar Tembus 1 Juta Penerima Manfaat, Dekati Target Pemerintah

“Jadi, saya kira banyak sekali perubahan yang akan terjadi ke depan. Insya Allah akan meningkatkan kualitas gizi, kualitas kesehatan, higienitas dari MBG yang diterima oleh anak-anak kita, oleh ibu hamil dan ibu menyusui,” tuturnya.

Dia menambahkan Presiden Prabowo Subianto juga telah memberikan mandat kepada pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menata dan menguatkan tata kelola program MBG. Seluruh rencana perbaikan tersebut dipastikan mendapat perhatian langsung dari presiden.

“Presiden sudah memberikan mandat kepada pimpinan BGN yang baru ini untuk melakukan penataan. Saya percaya bahwa apa yang akan direncanakan pasti dilaporkan kepada presiden, dan ini pasti diperhatikan oleh presiden,” ucapnya.

Baca Juga: Dinkes Kubu Raya Sebut Dampak Program MBG terhadap Stunting Belum Bisa Diukur

Tidak hanya mendapat perhatian dari presiden, Qodari mengungkapkan evaluasi dan pengembangan program juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Menurutnya, BGN telah memaparkan sejumlah rencana perubahan kepada DEN guna memperoleh masukan yang konstruktif.

Lebih lanjut, Qodari menjelaskan masukan dari DEN menjadi salah satu dasar penting dalam proses evaluasi. DEN telah melakukan survei terhadap 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memotret kondisi pelaksanaan program di lapangan.

“(Survei DEN) bisa menggambarkan populasi yang ada, dan tentunya nanti temuan-temuan itu bisa menjadi masukan bagi pimpinan BGN yang baru,” kata Qodari. (ant)

Editor : Rafael B. Junior
#Ibu Hamil #Mbg #Evaluasi #pemerintah #wilayah 3t