PONTIANAK POST - Rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, selangkah lebih maju.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mengatakan kajian yang telah diselesaikan mencakup rute Palangka Raya - Banjarmasin.
Diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan transportasi antardaerah di Pulau Kalimantan sekaligus mendukung konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Yang sudah pasti, kajian untuk Kalimantan Tengah sudah selesai. Rute yang direncanakan adalah Palangka Raya - Banjarmasin,” kata Yulindra dikutip dari Kalteng Pos (Grup Pontianak Post) pada (26/6).
Baca Juga: DPRD Kalbar Siap Dorong Kereta Api Trans Kalimantan ke Pusat, Bidik Lapangan Kerja dan PAD
Meski demikian, kelanjutan proyek sepenuhnya masih berada di tangan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.
Pemerintah pusat yang akan menentukan trase akhir jalur kereta hingga terhubung dengan provinsi-provinsi lain di Kalimantan.
“Jalur yang melewati Kalimantan Tengah nanti ditentukan dari pusat. Saat ini kami masih menunggu kepastiannya dari kementerian,” tambahnya.
Jalur Melintasi Palangka Raya dan Pulang Pisau
Berdasarkan hasil kajian awal, jalur kereta api tersebut direncanakan melintasi Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sebelum tersambung ke Banjarmasin di Kalimantan Selatan.
Namun, Dishub Kalteng belum dapat memastikan kapan proyek akan mulai dikerjakan. Menurut Yulindra, seluruh tahapan lanjutan masih menunggu arahan pemerintah pusat.
“Kami belum bisa memastikan kapan pembangunan dimulai karena kewenangannya berada di pemerintah pusat,” katanya.
Masuk Tahap Penyusunan DED
Setelah kajian awal selesai, proyek akan memasuki tahapan Detail Engineering Design (DED) yang menjadi dasar penyusunan desain teknis pembangunan jalur kereta api.
Tahapan tersebut juga akan mencakup berbagai kajian lanjutan, mulai dari survei kondisi lahan, pembebasan lahan, hingga analisis karakteristik wilayah yang didominasi kawasan gambut.
“Semua aspek teknis akan dikaji, termasuk pembebasan lahan, survei kondisi lahan, dan lainnya. Setelah itu baru disusun DED,” terang Yulindra.
Baca Juga: Kaltara Siapkan Kereta Api Logistik, Biaya Angkut Batu Bara dan Sawit Bakal Turun Drastis
Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Logistik Kalimantan
Meski masih berada pada tahap perencanaan, keberadaan jalur kereta api Palangka Raya - Banjarmasin dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antardaerah di Kalimantan.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, jalur tersebut juga diproyeksikan menjadi moda transportasi logistik yang lebih efisien untuk mengangkut berbagai komoditas dari dan menuju wilayah Kalimantan.
Yulindra mengatakan konsep operasional kereta api nantinya berpotensi mengakomodasi angkutan penumpang sekaligus logistik. Namun, keputusan final mengenai skema layanan tetap menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.
“Untuk konsepnya kemungkinan kombinasi antara penumpang dan logistik, tetapi kebijakan akhirnya tetap ditetapkan oleh kementerian,” tutupnya. (*)
Editor : Miftahul Khair