PONTIANAK POST - Pemerintah memastikan pembangunan jaringan kereta api logistik di Pulau Kalimantan akan dilakukan melalui skema investasi non-APBN dengan melibatkan pihak swasta, seiring kebutuhan infrastruktur transportasi untuk memperkuat konektivitas dan distribusi logistik antarwilayah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pembangunan jaringan kereta logistik Kalimantan akan ditawarkan kepada investor swasta, termasuk membuka peluang bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) apabila melihat proyek tersebut memiliki prospek bisnis yang menguntungkan.
"Kita tawarkan kepada swasta untuk membangun itu (jaringan kereta api logistik di Kalimantan)," kata Dudy di Jakarta, Sabtu.
Dudy menjelaskan, pemerintah memberikan kesempatan bagi PT KAI untuk ikut berinvestasi dengan mempertimbangkan potensi bisnis angkutan logistik di Kalimantan.
Ia mencontohkan pengelolaan angkutan logistik kereta api di Sumatera Selatan yang dijalankan PT KAI secara komersial tanpa menggunakan subsidi maupun skema kewajiban pelayanan publik (PSO).
Menurutnya, bisnis logistik kereta api di Sumatera Selatan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan sehingga mampu menopang kinerja PT KAI sekaligus menjaga keberlangsungan layanan kereta api di jalur lain, terutama di Pulau Jawa.
Dudy mengatakan pola tersebut menunjukkan mekanisme bisnis yang memungkinkan adanya subsidi silang antarunit usaha sehingga layanan transportasi dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto turut mendorong agar pembangunan jaringan kereta logistik di Kalimantan segera direalisasikan sesuai kebutuhan nasional.
"Oh beliau (Presiden Prabowo) mendorong kereta logistik (di Kalimantan)," kata Dudy.
Namun, percepatan pembangunan tetap bergantung pada kesiapan investor karena proyek perkeretaapian membutuhkan biaya besar serta kajian bisnis yang matang.
"Bangun kereta kan enggak murah itu," imbuh Dudy.
Pemerintah sebelumnya mengungkapkan rencana pembangunan jaringan rel kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Kalimantan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung kelancaran distribusi logistik di pulau tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah masih melakukan perhitungan dan penyusunan rencana secara matang terkait pembangunan jalur kereta api di Kalimantan.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata Agus beberapa waktu sebelumnya.
Menurut Agus, pemerintah akan membentuk komite yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menghimpun masukan sekaligus menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar sesuai dengan kebutuhan pembangunan Kalimantan.
Agus menilai Kalimantan memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam, termasuk mineral, namun belum memiliki jaringan kereta api yang memadai untuk mendukung mobilitas barang.
Dengan adanya jaringan kereta api, pemerintah berharap konektivitas antarprovinsi di Kalimantan semakin kuat dan distribusi logistik menjadi lebih efektif. (ant)
Editor : Basilius Andreas Gas