PONTIANAK POST - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membangun SMA Garuda di Provinsi Kalimantan Utara sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi.
Dilansir dari Antara, proyek yang dikerjakan WIKA bersama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) itu ditargetkan rampung pada 11 September 2026.
Pembangunan SMA Garuda menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pendidikan berkualitas hingga kawasan perbatasan, sehingga pelajar dari daerah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berstandar tinggi.
Sekolah Unggulan untuk Cetak SDM Berdaya Saing
SMA Garuda dirancang sebagai sekolah unggulan yang berfokus pada pembinaan siswa berprestasi di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Baca Juga: Kaltara Siapkan Kereta Api Logistik, Biaya Angkut Batu Bara dan Sawit Bakal Turun Drastis
Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu melahirkan lulusan berdaya saing global dan siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, khususnya pada bidang yang mendukung prioritas pembangunan nasional.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, kehadiran SMA Garuda diharapkan membuka peluang lebih besar bagi putra-putri daerah perbatasan untuk mengembangkan potensi tanpa harus meninggalkan daerah asal sejak jenjang pendidikan menengah.
Dilengkapi Asrama hingga Fasilitas Olahraga
Kompleks SMA Garuda akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang.
Fasilitas tersebut meliputi gedung akademik, ruang kelas, aula serbaguna, teater seni dan pertunjukan, masjid, serta lapangan sepak bola.
Baca Juga: Kaltara Jadi Titik Awal, Wujud Kereta Api Pertama di Kalimantan Ditargetkan Terlihat pada 2029
Selain itu, tersedia asrama Graha Putra dan Graha Putri bagi siswa, apartemen staf, 29 unit rumah dinas Tipe I, serta hunian khusus bagi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.
Hingga kini, proyek tersebut melibatkan 508 tenaga kerja dengan pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi struktur tanah, struktur bawah, struktur atas, pekerjaan dinding, dan instalasi plumbing.
Gunakan Strategi Konstruksi Adaptif
Dalam pelaksanaannya, WIKA menerapkan strategi logistik yang disesuaikan dengan kondisi geografis Kalimantan Utara.
Material utama dikirim menggunakan kapal tongkang dari Surabaya menuju Pelabuhan Tanjung Selor guna menjaga kelancaran pasokan material selama proses pembangunan.
WIKA juga melakukan sejumlah penyesuaian desain konstruksi, seperti perubahan pondasi dari bore pile menjadi raft foundation, penggunaan sistem plat bondek menggantikan plat konvensional, serta penerapan suspended slab agar pekerjaan lebih efisien dan sesuai kebutuhan teknis.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, mengatakan pembangunan SMA Garuda merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pemerataan pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan.
"WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dengan tetap mengedepankan aspek mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan. Kehadiran SMA Garuda di Kalimantan Utara diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan akses pendidikan sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul di wilayah perbatasan," ujar Ngatemin.
Proyek ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita yang menempatkan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemerataan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia maju. (*)
Editor : Efprizan