Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Durian Tsunami Malaysia Bikin Musang King Anjlok, Begini Peluang dan Tantangan Ekonomi Warga Perbatasan Kalbar

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:57 WIB
Warga setempat memilih durian di kios SS2 Durian House, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. (SIN CHEW DAILY/ASIA NEWS NETWORK)
Warga setempat memilih durian di kios SS2 Durian House, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. (SIN CHEW DAILY/ASIA NEWS NETWORK)

PONTIANAK POST - Fenomena durian tsunami membuat harga Musang King di Malaysia anjlok hingga Agustus 2026.

Peluang ini membuka kesempatan bagi warga perbatasan Kalimantan Barat untuk berburu durian premium dengan harga jauh lebih murah.

Koreksi Pasar di Negeri Jiran

Melimpahnya pasokan durian dari Perak, Penang, dan Johor yang masuk pasar secara bersamaan membuat harga Musang King turun hingga sekitar RM9 atau setara Rp39 ribu per kilogram.

Baca Juga: Durian Kalbar Banjiri Kalteng, Harga Mulai Rp10 Ribu

Menurut Presiden Durian Manufacturers Association Malaysia, Eric Chan, kondisi ini disebut sebagai koreksi alami setelah industri durian Malaysia tumbuh pesat selama satu dekade terakhir.

Hal tersebut dipicu perluasan area tanam sejak 2015 hingga 2020 yang kini memasuki masa produksi maksimal.

Arus Pelintas Batas Terus Meningkat

Bagi warga Kalbar, momen ini berpotensi mendorong arus kunjungan lintas batas melalui PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau yang selama ini menjadi jalur utama warga kedua negara untuk berbelanja maupun bepergian.

Dalam laporan JPNN pada (7/4), disebutkan sepanjang periode libur Paskah 2-5 April 2026, PLBN Entikong melayani total 6.769 pelintas batas, terdiri atas 3.907 orang keberangkatan dan 2.862 orang kedatangan.

Baca Juga: 100 Juta Warga Tiongkok Ketagihan Durian, Indonesia Siapkan Strategi Rebut Pasar Rp131 Triliun

Kepala PLBN Entikong, Teguh Priyadi, mengatakan secara kumulatif sejak Januari hingga 5 April 2026, PLBN Entikong telah melayani sebanyak 146.905 pelintas batas, menunjukkan betapa aktifnya mobilitas warga di kawasan perbatasan ini menjelang musim liburan pertengahan tahun.

Kontribusi Ekonomi yang Terus Digenjot

Sisi ekonomi PLBN Entikong juga terus dikembangkan pemerintah. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mencatat PLBN Entikong menyumbang devisa hingga Rp93,6 miliar sepanjang 2025.

Sementara pada periode Januari hingga awal April 2026, kontribusi ekonomi dari komoditas pertanian dan perikanan tercatat senilai Rp23,10 miliar.

Sebagai kawasan penunjang ekonomi, PLBN Entikong dilengkapi area seluas 6 hektar yang meliputi pasar modern, pasar tradisional, wisma Indonesia, mes pegawai, masjid, terminal mini, dan plaza yang disiapkan untuk mendukung perkembangan perekonomian masyarakat perbatasan.

Pengawasan Karantina Tetap Ketat

Meski peluang belanja durian murah terbuka lebar, masuknya produk pertanian dari Malaysia ke Indonesia (termasuk buah seperti durian) tetap berada di bawah pengawasan ketat otoritas karantina demi melindungi keanekaragaman hayati dalam negeri dari risiko hama dan penyakit.

BNPP RI bahkan melaporkan pemusnahan ribuan kilogram media pembawa hama dan penyakit hewan maupun tumbuhan di PLBN Entikong sebagai bagian dari langkah pencegahan ancaman karantina.

Baca Juga: Sudah Ditanam Ratusan Tahun Lalu, Durian Diam-Diam Tumbuh di Amerika

Kesempatan yang Terbatas

Pelaku industri durian di Malaysia memperkirakan tekanan harga akan berlangsung sepanjang musim panen Juni-Agustus sebelum kembali stabil.

Artinya, kesempatan bagi warga perbatasan Kalbar untuk menikmati durian premium dengan harga miring relatif terbatas, dan besar kemungkinan akan ramai dimanfaatkan dalam beberapa pekan ke depan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tsunami durian #musang king #perbatasan #malaysia