PONTIANAK POST - Program Magang Nasional 2026 (MagangHub) dinilai menjadi salah satu solusi bagi lulusan baru yang kesulitan memasuki dunia kerja. Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensa menilai program yang diumumkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli itu menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi banyak anak muda.
Menurut Hensa, pemerintah berhasil menyampaikan pesan bahwa negara memahami tantangan yang dihadapi para fresh graduate, yakni telah menyelesaikan pendidikan tetapi belum tentu langsung memperoleh pekerjaan.
"Program ini merupakan langkah yang baik karena menjawab salah satu kebutuhan masyarakat saat ini, terutama para lulusan baru yang menghadapi tantangan masuk ke dunia kerja," ujar Hensa dilansir Antara, Selasa (30/6).
Dinilai Menjawab Persoalan Nyata Anak Muda
Hensa mengatakan penyampaian program oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli cukup mudah dipahami publik.
Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu, pemerintah berhasil menunjukkan bahwa persoalan transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja menjadi perhatian serius.
“Ini program bagus, harus diakui, Seskab Teddy menyampaikannya juga cukup baik, Menteri Yassierli juga begitu. Pesannya sampai bahwa pemerintah paham ada masalah besar di anak muda kita, yaitu lulus kuliah tapi belum tentu langsung kerja," ujarnya.
Ia menilai komunikasi yang disampaikan juga menjawab berbagai informasi yang ingin diketahui masyarakat, mulai dari jumlah peserta, mekanisme pelaksanaan magang, hingga peluang memasuki dunia kerja setelah program selesai.
Baca Juga: Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5-6 Juta, Peluang Jadi Pegawai Tetap
Harus Berkelanjutan dan Libatkan Dunia Industri
Meski mengapresiasi peluncuran program tersebut, Hensa mengingatkan pemerintah agar memastikan Program Magang Nasional tidak berhenti sebatas pelatihan.
Menurutnya, pemerintah perlu menjamin adanya kesinambungan program sehingga peserta memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.
Selain itu, ia menyarankan keterlibatan dunia industri terus diperkuat agar peserta mendapatkan pengalaman kerja yang relevan sekaligus membuka akses terhadap peluang karier.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4,2 Triliun
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk penyelenggaraan Program Magang Nasional (MagangHub) Tahun 2026 Angkatan 2. Rangkaian program dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sebelumnya menyampaikan kuota peserta pada batch pertama mencapai 50 ribu orang.
"Untuk pendaftaran peserta, ini yang mungkin ditunggu-tunggu, yaitu dibuka pada 15-28 Juli. Jadi masih ada kesempatan 2 minggu lagi (bagi peserta untuk mempersiapkan diri)," ujar Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (29/6).
Baca Juga: Program Magang Nasional Dibuka Lagi, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta
Pemerintah Ingin Percepat Lulusan Masuk Dunia Kerja
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Program Magang Nasional dirancang sebagai jembatan bagi lulusan perguruan tinggi agar dapat lebih cepat memasuki dunia kerja profesional.
"Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan," kata Teddy.
Menurutnya, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar dalam sektor ketenagakerjaan, khususnya meningkatkan penyerapan angkatan kerja muda ke dunia industri.
Ia menambahkan, Program Magang Nasional yang telah berjalan sejak tahun lalu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu menjawab tantangan tersebut.
Harapan Baru bagi Lulusan Baru
Program Magang Nasional diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi jalur transisi yang lebih mulus dari bangku kuliah menuju dunia profesional. Keberhasilan program ini, menurut pengamat, akan sangat bergantung pada kesinambungan kebijakan, kualitas pelatihan, serta kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri.*
Editor : Uray Ronald