Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Indonesia Bidik Swasembada Pangan Berkelanjutan

Rafael B. Junior • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:32 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (ANTARA/HO-BAPANAS)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (ANTARA/HO-BAPANAS)

PONTIANAK POST - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia menuju lumbung beras dunia melalui swasembada pangan berkelanjutan tanpa impor, didukung peningkatan produksi serta penguatan cadangan nasional.

"Di akhir 2025 Indonesia mencapai swasembada beras dan pangan sempurna, yaitu tidak ada impor dan stok tertinggi selama Republik ini berdiri," kata Amran, dikutip dari Antara, Selasa (30/6).

Amran menegaskan swasembada beras berkelanjutan tanpa impor mendukung visi Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia lumbung beras dunia.

Baca Juga: Majelis Hakim Sebut Uang Pengganti Rp809,59 Miliar Dibebankan kepada Nadiem Berasal dari Aliran Dana PT AKAB ke PT Gojek Indonesia

"Ini tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Jadi (sejak) kami lahir sampai tahun 2025, ini tertinggi," ujarnya.

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang merupakan pencetak rekor dalam sejarah Indonesia sampai hari ini total stok beras yang dikelola Perum Bulog masih ada lebih dari 5,17 juta ton dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Itu capaian pangan kita, insya Allah ini berkelanjutan. Jadi inilah saatnya nanti Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, khususnya beras," jelas Amran.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Bapanas menunjukkan total produksi beras selama Januari-Juni tahun ini diproyeksikan dapat mencapai 19,2 juta ton. Angka tersebut masih melebihi total kebutuhan konsumsi beras nasional Januari-Juni yang diperkirakan berada di angka 15,48 juta ton.

Baca Juga: KPK Duga Aset Japto Soerjosoemarno Berasal dari Gratifikasi Kasus Korupsi Batu Bara Kutai Kartanegara, Kendaraan Ikut Disita

Sementara program penyaluran yang menjadi andalan pemerintah masih terus dijalankan. Program bantuan pangan periode Februari-Maret yang diperpanjang sampai Juni telah mencapai realisasi 97,97 persen atau 32,57 juta keluarga penerima manfaat. Secara kuantitas, beras yang telah tersalurkan sebanyak 651,4 ribu ton.

Pemerintah juga telah memutuskan program bantuan pangan beras dilaksanakan kembali mulai Juli sebanyak 3 bulan alokasi. Total beras yang akan disalurkan mencapai 997,3 ribu ton, sehingga pemerintah sampai akhir 2026 setidaknya menggelontorkan CBP ke masyarakat hingga 1,6 juta ton.

Untuk realisasi penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026 yang periodenya dimulai Maret sampai 29 Juni telah menyentuh 393,4 ribu ton.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp64.250 per Kilogram, PIHPS Catat Sejumlah Komoditas Pangan Masih Tinggi pada Juli 2026

Adapun program beras SPHP ini merupakan strategi pemerintah dalam intervensi harga beras di pasaran dengan menyediakan beras kualitas medium dengan harga lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET).

Amran juga mengajak kolaborasi dengan berbagai pihak agar Indonesia dapat menjadi negara super power di masa mendatang.

"Kita ini banyak kekurangan tapi kita kolaborasi. Kita kerja sama, karena negara lain tidak ingin Republik Indonesia menjadi super power. Jadi kita kolaborasi, Insya Allah Indonesia (bisa menjadi) super power," kata Amran. (ant)

Editor : Rafael B. Junior
#Swasembada Pangan #pemerintah #Stok Beras #rekor