Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Produsen Ikan Terbesar Dunia, Swasembada Perikanan dan Garam Digenjot hingga Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Basilius Andreas Gas • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:20 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberi keterangan kepada media, di Jakarta, Kamis (2/7). (ANTARA/Khaerul Izan)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberi keterangan kepada media, di Jakarta, Kamis (2/7). (ANTARA/Khaerul Izan)

PONTIANAK POST- Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen ikan terbesar di dunia sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan di pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada pencapaian swasembada pangan, tetapi juga mendorong peningkatan produksi perikanan agar Indonesia mampu menjadi pemain utama di tingkat dunia.

"Intinya tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia," kata Zulkifli Hasan usai Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Kamis.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menjelaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar ketahanan pangan terus diperkuat. Setelah keberhasilan mencapai swasembada beras, pemerintah kini mengarahkan perhatian pada target swasembada ikan.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pembenahan tata kelola sektor perikanan, baik pada subsektor budi daya maupun penangkapan ikan.

Zulhas mengajak seluruh pihak mendukung pelaksanaan program tersebut agar target swasembada dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor.

"Dengan dukungan semua, maka program kebijakan Presiden untuk swasembada akan terpenuhi dan bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," ujarnya.

Selain sektor perikanan, pemerintah juga mempercepat program swasembada garam. Presiden Prabowo, kata Zulhas, menargetkan penghentian impor garam, baik untuk kebutuhan industri maupun konsumsi.

Ia menyebut pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur langkah intensifikasi, ekstensifikasi, serta penerapan teknologi di kawasan sentra ekonomi garam rakyat.

"Target swasembada garam itu akhir 2027, karena kita masih impor cukup besar. Oleh karena itu pengendalian ikan dan garam sekarang penuh di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.

Menurut Zulhas, pembangunan sektor kelautan dan perikanan sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama dalam memperkuat pemerataan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kawasan konservasi laut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan.

Pemerintah juga mengembangkan program budi daya ikan darat tematik di 40 ribu titik yang tersebar di 500 kawasan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi protein nasional tanpa menambah tekanan terhadap kawasan hutan dan lahan.

Di sektor pergaraman, KKP menargetkan peningkatan produksi garam berkualitas industri melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi. Program itu diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 400 ribu ton garam berkadar natrium klorida (NaCl) di atas 97 persen setiap tahun guna mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun.

"Pemerintah juga mengembangkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, sebagai pusat budi daya udang modern dari hulu hingga hilir, serta melakukan revitalisasi tambak di Pantura Jawa seluas sekitar 14.090 hektare yang terintegrasi dengan rehabilitasi mangrove," kata Trenggono.

Selain itu, pemerintah akan memodernisasi 4.582 kapal perikanan untuk meningkatkan produktivitas sektor penangkapan ikan sekaligus mendorong peningkatan devisa, penerimaan pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#pangan #global #pemerintah #produsen #ikan