Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemerintah Buka Rekrutmen Guru PNS Mulai 2027 untuk Atasi Kekurangan 561 Ribu Tenaga Pendidik dan Perkuat Pemerataan Pendidikan Nasional

Basilius Andreas Gas • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:55 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti. (ANTARA/Aprionis)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti. (ANTARA/Aprionis)

PONTIANAK POST- Pemerintah akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) untuk formasi guru mulai 2027 sebagai langkah mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang masih mencapai ratusan ribu orang di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 561 ribu guru sehingga pemerintah menyiapkan rekrutmen dan pengangkatan guru PNS pada 2027 serta tahun-tahun berikutnya.

"Sekarang kita masih kekurangan guru sebanyak 561 ribu orang di seluruh Indonesia," kata Abdul Mu’ti saat menghadiri Wisuda Ke-17 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan guru yang lulus seleksi sebagai aparatur sipil negara (ASN) akan ditempatkan di wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, termasuk daerah terpencil di berbagai penjuru Indonesia.

"Para guru PNS ini harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Republik Indonesia," ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, proses rekrutmen akan dilakukan melalui sistem seleksi berbasis tes dan merit sehingga kelulusan ditentukan oleh kompetensi serta kualitas para peserta.

"Para guru ASN lulus tes ini akan ditempatkan atau ditugaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik," ujarnya.

Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita memiliki komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Namun demikian, pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pendidikan, mulai dari kesenjangan akses hingga mutu pendidikan di sejumlah daerah.

"Saat ini kita masih menghadapi berbagai kesenjangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan tersebut tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga mutu pendidikan dan masih banyak anak yang belum memperoleh kesempatan belajar, karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, maupun faktor sosial dan budaya," katanya. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#formasi guru #Abdul Mu’ti #pemerintah #pns #tenaga pendidik