PONTIANAK POST - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih mulai ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia pada Agustus 2026.
Penempatan dilakukan setelah para peserta menyelesaikan pelatihan dan disesuaikan dengan kesiapan pembangunan fasilitas koperasi di masing-masing wilayah.
Langkah ini diharapkan memperkuat pengelolaan Kopdes Merah Putih melalui sumber daya manusia yang telah dibekali kemampuan manajerial dan sertifikasi profesi.
Program Kopdes Merah Putih ditargetkan menjadi penggerak ekonomi desa melalui pemangkasan rantai pasok, penurunan biaya ekonomi, serta peningkatan nilai tambah yang dinikmati langsung masyarakat desa.
Pemerintah juga merancang koperasi ini sebagai pusat layanan ekonomi yang menyediakan gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek, pergudangan, hingga fasilitas logistik untuk mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk UMKM.
Selain itu, Kopdes Merah Putih diharapkan membuka lapangan kerja di desa, mengurangi urbanisasi, serta menjadi saluran distribusi resmi berbagai barang bersubsidi agar lebih tepat sasaran.
Baca Juga: TB Hasanuddin: Hapus Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
Penempatan Dilakukan Bertahap Sesuai Kesiapan Fasilitas
Ferry mengatakan penempatan dilakukan secara bertahap seiring selesainya pembangunan gudang, gerai, serta berbagai fasilitas pendukung koperasi.
"Insya Allah nanti awal Agustus sudah selesai mereka mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang juga bersamaan dengan pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapan yang sudah selesai dibangun," kata Ferry dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan para manajer akan ditempatkan di daerah asal masing-masing. Kebijakan itu diharapkan memudahkan pengelolaan koperasi karena para manajer telah memahami karakteristik sosial dan ekonomi wilayahnya.
Pelatihan Bela Negara Disesuaikan Hasil Evaluasi
Calon manajer Kopdes Merah Putih saat ini mengikuti latihan bela negara dan pelatihan manajerial. Program tersebut sebelumnya menggunakan skema pelatihan komponen cadangan (Komcad).
Pemerintah kemudian mengubah skema pelatihan setelah dilakukan evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta dalam pelaksanaan program sebelumnya. Durasi latihan bela negara juga dipangkas dari satu bulan menjadi dua pekan.
Pelatihan Manajerial Berlangsung hingga Akhir Juli
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan para calon manajer akan mengikuti pelatihan manajerial yang disusun oleh Kementerian Koperasi pada 17–31 Juli 2026.
Pelatihan meliputi 12 modul, mulai dari filosofi dan regulasi perkoperasian, kelembagaan, tata kelola koperasi, manajemen operasional, hingga digitalisasi Kopdes Merah Putih.
Meski tetap dilaksanakan di pusat pendidikan dan pelatihan yang digunakan dalam program bela negara, kurikulum serta tenaga pengajar berada di bawah koordinasi Kementerian Koperasi.
Baca Juga: Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI Usai Lima Peserta Meninggal, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial
Peserta Wajib Mengikuti Uji Kompetensi
Farida menambahkan seluruh peserta akan menjalani uji kompetensi pada akhir pelatihan untuk memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menurutnya, sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan Kopdes Merah Putih dikelola oleh tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar.
Pembangunan Ribuan Kopdes Terus Berjalan
Berdasarkan data Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 2 Juli 2026, sekitar 35 ribu titik pembangunan gerai koperasi telah terverifikasi.
Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribu unit masih dalam tahap pembangunan. Sementara sekitar 14 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen.*
Editor : Uray Ronald