PONTIANAK POST – Perang melawan peredaran narkoba di pedalaman Kalimantan Tengah memakan korban jiwa. Tiga anggota Polri gugur saat menggerebek terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026) dini hari.
Ketiga anggota yang gugur adalah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumariyanto. Sementara itu, satu anggota keluarga terduga pelaku juga meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Peristiwa berdarah ini kini menjadi perhatian nasional. Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri.
Tangis Keluarga Pecah di RS Bhayangkara
Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, Minggu (5/7/2026). Tepat pukul 13.40 WIB, ambulans yang membawa jenazah Aiptu Sumariyanto tiba setelah dievakuasi dari Kabupaten Katingan.
Peti jenazah diturunkan perlahan oleh sejumlah personel kepolisian. Keluarga yang sejak siang menunggu di halaman rumah sakit tak kuasa menahan tangis.
Tangisan paling memilukan datang dari anak almarhum yang terus memanggil ayahnya. Isak keluarga menggema di lorong Gedung Pelayanan Terpadu RS Bhayangkara. Sejumlah personel Polri yang mengantar jenazah tampak menundukkan kepala. Beberapa di antaranya menyeka air mata saat memberikan penghormatan terakhir kepada rekan mereka.
Korban Dikenal Rajin dan Dekat dengan Masyarakat
Rekan satu angkatan almarhum, AKP Miftah Khoiri, mengaku kehilangan sosok sahabat yang berdedikasi dan memiliki hubungan baik dengan siapa pun.
"Kami dari Polda Kalimantan Tengah merasa kehilangan rekan kami. Kami semua sangat berduka karena beliau termasuk rekan yang sangat baik," ujarnya.
Menurut Miftah, Aiptu Sumariyanto dikenal sebagai anggota yang rajin, disiplin, dan tidak pernah bermasalah selama berdinas.
"Beliau rajin melaksanakan tugas. Bergaul dengan masyarakat juga sangat baik, akrab dengan teman-temannya, kompak, dan selalu mengedepankan semangat gotong royong," katanya.
Ia menyebut almarhum merupakan pribadi rendah hati yang selalu menghormati sesama anggota dan masyarakat.
Kronologi Penyerangan di Desa Tumbang Kalemei
Tragedi bermula ketika personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.
Petugas sempat mengamankan seorang terduga pelaku. Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang.
"Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia," kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono.
Perlawanan itu memicu datangnya warga lain ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur akibat serangan senjata tajam. Sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.
Ditemukan di Aliran Sungai Katingan
Tim SAR gabungan menemukan jasad Aiptu Sumariyanto pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Rantau Asem, sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian. Korban ditemukan mengapung dan tersangkut kayu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan.
Sehari sebelumnya, tim gabungan menemukan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana di kawasan Desa Tumbang Lahang, sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian. Korban ditemukan tersangkut di ranting bambu dan kayu.
Dua Terduga Pelaku Ditangkap, Pelaku Lain Diburu
Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan telah menangkap seorang pria berinisial S alias A di sebuah lanting sedot emas di Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.
Aparat kemudian kembali mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan.
"Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan," ujar AKBP Dodik Hartono.
Polisi menyatakan fokus penanganan kini beralih pada pengejaran seluruh pelaku dan pengusutan tuntas penyerangan terhadap anggota Polri.
Perhatian Mabes Polri dan Penghargaan bagi Korban
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Polri saat menjalankan tugas pemberantasan narkoba.
"Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujarnya.
Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta kepada Aipda Yudhie Perdana Putra sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya kepada negara. (jpc)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro