PONTIANAK POST – Tragedi berdarah terjadi dalam operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Tiga polisi tewas di Katingan setelah tim Satresnarkoba Polres Katingan diduga diserang keluarga dan warga yang melakukan perlawanan menggunakan parang dan senjata api rakitan saat penggerebekan bandar sabu, Kamis (2/7) dini hari.
Korban yang gugur adalah Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Anumerta Sumariyanto. Seorang warga sipil juga meninggal dalam insiden tersebut. Hingga Minggu (5/7), polisi telah menangkap empat terduga pelaku, termasuk pasangan suami-istri.
Pencarian Berakhir dengan Duka
Pencarian Aiptu Sumariyanto resmi berakhir setelah tim SAR gabungan menemukan jasadnya di aliran Sungai Katingan pada Minggu (5/7) sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban ditemukan mengapung dan tersangkut ranting kayu di tepi sungai. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum.
Sebelumnya, jasad Bripda Nopandri Ramadhana juga ditemukan di Sungai Katingan. Sementara Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal di sebuah lanting dengan luka bacok parah di bagian kepala.
Tangis Keluarga dan Penghormatan Terakhir
Duka mendalam menyelimuti keluarga para korban. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono memimpin langsung upacara pemakaman kedinasan Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana di Tempat Pemakaman Umum Muslim Kasongan.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka, ketiga anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa anumerta.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan pesan belasungkawa dari Kapolri kepada keluarga korban.
"Saya membawa pesan langsung dari pimpinan tertinggi kami, Bapak Kapolri. Beliau menyampaikan duka cita yang mendalam dan berpesan kepada keluarga almarhum untuk tetap sabar, ikhlas, serta tegar," ujarnya saat melayat ke rumah keluarga Aipda Yudhie.
Kronologi Razia Narkoba Berdarah di Desa Tumbang Kalemei
Operasi penggerebekan dipimpin Kasatnarkoba Polres Katingan AKP Affan Efendi Batu Bara. Berdasarkan hasil penyelidikan, target operasi adalah seorang residivis narkoba berinisial BIO dan seorang terduga pelaku lain berinisial BUSU.
Tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama yang terdiri atas sembilan personel bergerak menuju rumah target, sedangkan Tim kedua yang beranggotakan tiga personel bersiaga di sekitar SMP setempat.
Sekitar pukul 02.00 WIB, Tim pertama berhasil mengamankan BIO melalui aksi cepat Aipda Yudhie. Namun situasi berubah ketika keluarga target dan sejumlah warga melakukan perlawanan.
Diserang dengan Parang dan Senjata Api Rakitan
Seorang pria bersenjata parang mencoba menyerang Briptu Dedi dari arah dapur. Serangan itu berhasil digagalkan oleh Bripda Ferdy.
Ketegangan meningkat saat dua pria lain muncul dari arah kamar dan mengayunkan parang ke arah AKP Affan.
Melihat keselamatan pimpinan terancam, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak dihiraukan dan pelaku terus mendekat, petugas melepaskan tembakan untuk melumpuhkan Teriyo, anggota keluarga target.
Kematian pria berusia 40 tahun itu memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar.
Dalam waktu singkat, massa bersenjata parang, balok kayu, dan senjata api rakitan mengepung anggota Satresnarkoba.
Terdesak dan Menyelamatkan Diri ke Sungai
Kalah jumlah, personel Satresnarkoba mundur sambil meminta bantuan penebalan pasukan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.
Tim pertama kemudian menyeberang dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah Sungai Katingan. Namun massa tetap memberondong petugas menggunakan senjata api rakitan dari tepian sungai.
Di saat bersamaan, Tim kedua berupaya mencari bantuan menggunakan kendaraan roda empat. Mereka sempat dikejar mobil SUV berwarna perak dan dihadang barikade massa bersenjata, tetapi berhasil mencapai Mapolsek Katingan Tengah.
Posisi Tim pertama semakin terdesak. Sejumlah personel akhirnya memutuskan berenang menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri.
Karena kelelahan, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri tidak mampu melanjutkan upaya penyelamatan dan kembali ke tepian sungai yang telah dikuasai massa.
Sementara lima personel lainnya berhasil menyeberang dan menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Empat Terduga Pelaku Ditangkap
Sehari setelah kejadian, Polres Katingan menangkap dua terduga pelaku penyerangan yang merupakan pasangan suami-istri.
Keduanya ditangkap di tempat persembunyian berupa lanting sedot emas di Desa Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.
Polisi kemudian kembali menangkap dua terduga pelaku lainnya berinisial R dan S pada Sabtu (4/7).
"Iya, benar ada penangkapan. Saat ini kasusnya sedang kami dalami," kata AKBP Dodik Hartono.
Kapolres memastikan fokus penanganan kini sepenuhnya diarahkan untuk memburu pelaku lain dan mengusut tuntas tragedi yang menyebabkan tiga anggota Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas memberantas narkoba.
Fakta Singkat Tragedi Katingan
- Lokasi: Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.
- Polisi gugur: Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Anumerta Sumariyanto.
- Warga sipil meninggal: 1 orang.
- Terduga pelaku ditangkap: 4 orang, termasuk pasangan suami-istri.
- Fokus penyidikan: Memburu pelaku lain dan mengusut tuntas penyerangan terhadap anggota Polri dalam operasi pemberantasan narkoba.