Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kementerian Ekraf dan APPMI Perkuat Indonesia Fashion Week 2026 untuk Dorong Ekspor Fesyen Nasional dan Perluas Pasar Internasional

Basilius Andreas Gas • Senin, 6 Juli 2026 | 19:53 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif)
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (2/7) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif)

 PONTIANAK POST- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memperkuat daya saing industri fesyen nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 sekaligus memperluas akses produk lokal ke pasar internasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penyelenggaraan IFW 2026 menjadi momentum strategis untuk mempercepat pengembangan industri fesyen nasional, termasuk membuka peluang ekspor ke berbagai negara tujuan.

"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin.

Menurut Riefky, subsektor fesyen telah menjadi salah satu penopang utama ekonomi kreatif Indonesia dengan memberikan kontribusi sebesar 14,77 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025.

Selain memiliki pangsa pasar yang kuat di dalam negeri, subsektor tersebut juga menjadi kontributor terbesar ekspor ekonomi kreatif dengan menyumbang 58,55 persen dari total ekspor selama periode Januari hingga April 2026.

Kementerian Ekraf memandang penyelenggaraan IFW 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat rantai pasok industri fesyen sekaligus mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan bagi pelaku usaha kreatif.

Optimisme tersebut didukung capaian IFW tahun sebelumnya yang melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer, sekitar 4.000 pekerja kreatif, serta menarik 34.000 pengunjung. Ajang tersebut juga mencatat peningkatan transaksi digital hingga 50 persen.

"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.

Indonesia Fashion Week 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema "Ulos Simetria" dengan mengangkat kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara sebagai inspirasi utama.

IFW merupakan agenda tahunan yang mempertemukan berbagai pelaku industri mode, mulai dari desainer, akademisi, produsen aksesori, investor, hingga pembeli dalam satu ekosistem.

Melalui kegiatan yang diinisiasi APPMI tersebut, penyelenggara berkomitmen menghadirkan pameran dagang, business matching, forum industri, serta peragaan busana yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.

"Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," ungkap Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#APPMI #IFW #produk lokal #fesyen #ekraf