PONTIANAK POST – Tiga polisi tewas dalam razia narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, diduga bukan akibat tenggelam, melainkan karena mengalami kekerasan sebelum tubuh mereka ditemukan hanyut di Sungai Katingan. Kesimpulan sementara itu disampaikan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) setelah melakukan pemeriksaan lapangan, menelaah hasil otopsi, serta berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah.
Temuan tersebut disampaikan Komisioner Kompolnas M. Choirul Anam bersama Supardi Hamid saat memberikan keterangan di Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (7/7). Pemeriksaan dilakukan menyusul insiden saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7) dini hari.
Kompolnas: Hasil Otopsi Mengarah pada Dugaan Kekerasan
Choirul Anam mengatakan dugaan tersebut didasarkan pada hasil otopsi, karakter luka pada tubuh korban, serta hasil pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.
Korban adalah Ipda Anumerta Sumariyanto, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra. Ketiganya ditemukan setelah hanyut di Sungai Katingan, namun temuan awal menunjukkan penyebab kematian diduga bukan semata-mata karena tenggelam.
Menurut Choirul Anam, tim tidak mendasarkan kesimpulan pada satu alat bukti semata. Hasil otopsi menjadi salah satu dasar penting yang kemudian dikorelasikan dengan karakter luka pada tubuh korban dan temuan di lokasi kejadian. Ia menegaskan proses penyidikan masih berjalan sehingga rincian hasil pemeriksaan forensik belum dapat dipublikasikan secara lengkap.
Operasi Dinilai Sesuai Prosedur, Situasi Berubah karena Teriakan Warga
Berdasarkan pemeriksaan Kompolnas, operasi penindakan narkoba tersebut telah diawali sesuai prosedur kepolisian. Petugas disebut memperkenalkan diri, menunjukkan surat tugas, serta menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan merupakan operasi resmi.
Menurut Choirul Anam, situasi berubah ketika salah seorang anggota keluarga target operasi meneriakkan bahwa orang-orang yang datang merupakan perampok. Teriakan tersebut diduga memicu kepanikan dan perlawanan di lokasi.
Sebelum kericuhan terjadi, petugas dilaporkan telah berhasil mengamankan salah satu target operasi. Kompolnas menilai operasi berpotensi selesai tanpa korban apabila situasi tidak berkembang menjadi aksi perlawanan.
Berdasarkan pemaparan Kompolnas, operasi diawali ketika tim Direktorat Reserse Narkoba mendatangi lokasi target dan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian. Petugas kemudian menunjukkan surat tugas serta menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan operasi penegakan hukum. Setelah salah seorang target berhasil diamankan, situasi berubah ketika anggota keluarga target meneriakkan bahwa petugas adalah perampok. Teriakan itu memicu kepanikan dan perlawanan dari warga di sekitar lokasi hingga berujung pada insiden yang menewaskan tiga anggota Polri.
Kapolda Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba
Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan menegaskan peristiwa tersebut tidak akan mengurangi komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.
Ia mengatakan Polda Kalimantan Tengah memberikan akses penuh kepada Kompolnas untuk melakukan pemeriksaan secara independen.
"Kami memberikan keleluasaan kepada Kompolnas untuk melakukan pengecekan langsung. Seluruh jajaran juga sudah kami minta memberikan akses agar pemeriksaan berjalan secara objektif," ujarnya.
Polda Kalteng Ungkap Sekitar 400 Kasus Narkotika dalam Tiga Bulan
Di tengah penyelidikan kasus tewasnya tiga anggota Polri, Polda Kalimantan Tengah menyatakan upaya pemberantasan narkotika terus berjalan.
Dalam satu triwulan terakhir, penyidik telah memproses sekitar 400 tersangka kasus narkotika. Selain penindakan, kepolisian memperkuat langkah pencegahan dengan membangun pos pemantauan di sejumlah wilayah yang dikategorikan sebagai kampung narkoba.
Salah satu pos didirikan di Palangka Raya dengan melibatkan masyarakat dan bekerja sama dengan Gerakan Dayak Anti Narkoba.
Pernyataan mengenai sekitar 400 tersangka yang diproses dalam satu triwulan terakhir sejalan dengan tren penindakan narkotika di Kalimantan Tengah. Sebelumnya, Polda Kalteng melaporkan telah mengungkap 331 kasus narkotika dengan 439 tersangka sepanjang Semester I 2026. Capaian tersebut menunjukkan intensitas operasi pemberantasan narkoba di provinsi itu terus meningkat, disertai penyitaan puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi.
FAQ
Apa temuan utama Kompolnas?
Kompolnas menyatakan indikasi awal menunjukkan tiga polisi diduga meninggal akibat kekerasan sebelum tubuh mereka ditemukan di Sungai Katingan.
Kapan insiden terjadi?
Insiden berlangsung saat operasi penggerebekan narkoba pada Kamis (2/7) dini hari di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Apakah penyebab kematian sudah dipastikan?
Belum. Temuan Kompolnas merupakan kesimpulan sementara berdasarkan hasil otopsi, karakter luka, dan pemeriksaan lapangan. Proses penyidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro