Target Bedah Rumah 2026 Baru Tercapai 124.376 Unit, Kemendagri Minta Pemda Percepat Pendataan

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 23:05 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. (Antara/Kemendagri)
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. (Antara/Kemendagri)

 

PONTIANAK POST - Target penetapan 400.000 rumah tidak layak huni sebagai penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah pada 2026 masih jauh dari capaian. Hingga kini, pemerintah baru menetapkan 124.376 calon penerima bantuan (CPB) atau sekitar 31 persen dari target nasional.

Menyikapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat pendataan agar kuota bantuan dapat segera terpenuhi dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin.

Baca Juga: Kementerian PKP Siapkan Peningkatan Signifikan Program Bedah Rumah di Enam Provinsi, Prioritaskan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Capaian Masih Jauh dari Target

Tomsi mengatakan proses penetapan calon penerima bantuan di sejumlah daerah masih perlu dipercepat. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi data penerima yang masih kurang agar target program dapat tercapai sesuai rencana pada 2026.

"Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada teman-teman daerah, minggu depan datanya diperlihatkan, yang mana yang kuotanya masih kurang, tolong segera betul-betul teman-teman di daerah bertanggung jawab untuk membela masyarakat miskin untuk bisa rumahnya mendapat (program) bedah rumah," kata Tomsi.

Ia menyampaikan hal itu saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/7).

Baca Juga: Terima Kunjungan Mendagri dan Menteri PKP, Norsan Sebut Bakal Genjot Bedah Rumah dan Penataan Permukiman Kumuh

Gunakan Data BPS sebagai Dasar Penetapan

Untuk mempercepat pencapaian target, Tomsi meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memanfaatkan data masyarakat miskin Desil 1 sebagai dasar penetapan penerima bantuan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat miskin ekstrem yang berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2 diprioritaskan menerima bantuan karena masih banyak yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Banyak Rumah Warga Masih Memprihatinkan

Tomsi mengaku masih menemukan rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan saat melakukan peninjauan lapangan.

"Beberapa hari yang lalu saya berkeliling dan saya melihat sangat memprihatinkan, ada yang toilet sama dapur jadi satu, kemudian ada yang mau roboh, bocor di kiri kanan, kemudian lantainya tanah," ujarnya.

Menurutnya, percepatan pendataan menjadi langkah penting agar bantuan segera diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pemda Diminta Tuntaskan Pendataan

Tomsi berharap pemerintah daerah memanfaatkan hasil evaluasi untuk segera menyelesaikan pendataan calon penerima bantuan sehingga target program bedah rumah dapat tercapai dan bantuan tepat sasaran. 

"Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang kita cintai," tuturnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Program 3 Juta Rumah bantuan stimulan perumahan swadaya BSPS bedah rumah kemendagri