BNPB Pastikan Karhutla di Buleleng Bali Berhasil Dipadamkan, Kebakaran Hanguskan Sekitar 48 Hektare Lahan Perbukitan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:13 WIB
Tim petugas memadamlan api karhurla di wilayah perbukitan Buleleng, Bali. (ANTARA/HO-BPBD Buleleng)
Tim petugas memadamlan api karhurla di wilayah perbukitan Buleleng, Bali. (ANTARA/HO-BPBD Buleleng)

PONTIANAK POST- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Buleleng, Bali, telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kebakaran tersebut sebelumnya menghanguskan sekitar 48 hektare lahan vegetasi di kawasan perbukitan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi di lokasi kini telah aman setelah tim gabungan berhasil mengendalikan kobaran api.

“Kondisi di lokasi saat ini dilaporkan telah aman dan terkendali setelah tim gabungan berhasil menaklukkan api,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.

BNPB mencatat peristiwa tersebut menjadi kebakaran lahan dengan luasan terbesar yang dilaporkan kepada lembaga itu dalam dua hari terakhir.

Abdul menjelaskan kebakaran mulai terjadi sejak Jumat (17/7) di kawasan perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Api melalap vegetasi berupa rerumputan kering yang mudah terbakar selama musim kemarau.

Berdasarkan konfirmasi Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, titik api di kawasan perbukitan tersebut sempat terlihat jelas dari kawasan wisata Villa Bukit Kursi.

Menindaklanjuti kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng segera mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman agar api tidak meluas hingga ke permukiman warga.

Operasi pemadaman melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta masyarakat setempat yang ikut membantu proses penanganan di lapangan.

BNPB mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru, terutama di kawasan dengan vegetasi kering selama musim kemarau.

“Mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi timbulnya titik api baru, terutama pada vegetasi kering selama berlangsungnya periode musim kemarau,” kata dia. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
bali lahan bnpb hutan buleleng