Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri, Jalani Pengobatan Jantung di Luar Negeri Jadi Alasan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:29 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (paling kiri) menyeka air mata usai menerima ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).  (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (paling kiri) menyeka air mata usai menerima ucapan selamat dari Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Namun baru sebulan lebih, Nanik mengundurkan diri dari jabatan tersebut. (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN)

 

PONTIANAK POST - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengaku telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Republik Indonesia karena alasan kesehatan. Ia menyebut akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri mulai Rabu (22/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Nanik melalui pesan tertulis di akun Facebook miliknya pada Rabu dini hari (22/7/2026). Dalam pesannya, ia mengatakan keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan Presiden dan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat," tulis Nanik.

Ia menegaskan keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya terhadap kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion atas penyakit yang dideritanya berdasarkan rekomendasi seorang rekannya.

Dalam pernyataan yang sama, Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden serta mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala BGN agar dapat fokus menjalani pengobatan.

Menurut Nanik, Presiden menyetujui pengunduran dirinya, namun tetap memintanya ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional. Ia bahkan mengklaim Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut.

"Saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, di mana saya diminta menjadi ketuanya," tulisnya.

Dalam pesannya, Nanik juga menyampaikan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Ia menegaskan program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.

Menurut Nanik, penerima manfaat MBG saat ini mayoritas merupakan balita hingga siswa sekolah dasar sehingga anggapan bahwa program tersebut disiapkan untuk kepentingan Pemilu 2029 dinilainya tidak tepat.

Ia juga menyebut program MBG telah memberikan dampak ekonomi bagi petani, peternak, dan pedagang karena meningkatkan penyerapan hasil pertanian dan peternakan.

Selain itu, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di internal BGN sebelum mengajukan pengunduran diri. Ia menyebut telah mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan.

Nanik juga mengklaim telah membentuk 11 tim untuk melakukan reformasi di lingkungan BGN, mulai dari evaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat MBG, evaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penyusunan strategi pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia menutup pernyataannya dengan menyampaikan akan fokus menjalani pemulihan kesehatan sambil tetap mendukung pemerintahan Presiden dan keberlanjutan program MBG.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Presiden, Sekretariat Presiden, maupun Badan Gizi Nasional yang mengonfirmasi pengunduran diri Nanik S. Deyang ataupun rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN sebagaimana disampaikan dalam pernyataannya.

Nanik S. Deyang sendiri baru dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 8 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan dari jabatannya setelah terseret kasus dugaan korupsi tata kelola dan pengadaan barang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pelantikan tersebut, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Penunjukan Nanik saat itu diharapkan dapat memperkuat tata kelola dan mempercepat pembenahan di tubuh BGN. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Nanik S Deyang kepala bgn Mbg mengundurkan diri facebook