PONTIANAK POST- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mempercepat pelaksanaan program pengembangan budi daya ikan di 40 ribu desa tematik sebagai strategi memperkuat swasembada protein nasional, meningkatkan produksi perikanan, sekaligus memperluas pasar ekspor.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan program tersebut mulai dijalankan tahun ini seiring tersedianya anggaran pemerintah. Persiapan di lapangan juga telah dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan dapat berlangsung lebih cepat.
"Tahun ini mulai, pokoknya anggarannya sudah ada kita langsung mulai," kata Tb Haeru Rahayu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, pelaksanaan program tidak menunggu seluruh tahapan administrasi selesai. KKP telah lebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dinas terkait, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.
"Ya sekarang sudah mulai di lapangan, sudah koordinasi segala macam. Artinya (sudah) dimulai tahapannya. Kami koordinasi dengan desa, bupati, kepala dinas, Kemendes, Kemendagri. Kolaborasi dengan semua K/L," bebernya.
Haeru menegaskan program pengembangan desa tematik budi daya ikan berbeda dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini difokuskan pada pengembangan usaha budi daya ikan di daratan, bukan sektor penangkapan ikan.
"Itu (pengembangan 40 ribu desa tematik) bukan (bagian dari) KNMP ya," jelasnya.
Melalui program tersebut, KKP menargetkan peningkatan produksi protein nasional, perluasan ekspor komoditas perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah menyiapkan pengembangan budi daya ikan di 40 ribu desa sebagai bagian dari strategi besar memperkuat swasembada protein nasional.
"Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, mensukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya," kata Zulhas.
Ia menjelaskan pemerintah kini mulai menggeser fokus pembangunan pangan dari swasembada karbohidrat menuju swasembada protein sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir utama komoditas perikanan, khususnya ikan dan udang.
Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menjalankan dua program utama, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan budi daya ikan di 40 ribu desa tematik di seluruh Indonesia.
"Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya," kata Zulhas. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara