BPBD Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Guna Percepat Penanganan Karhutla

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:28 WIB
BPBD Kalsel menunggu BMKG untuk memperpanjang modifikasi cuaca tangani Karhutla. (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)
BPBD Kalsel menunggu BMKG untuk memperpanjang modifikasi cuaca tangani Karhutla. (ANTARA/HO-Medcen Kalsel)

PONTIANAK POST- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan masih menunggu rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kelanjutan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan pelaksanaan OMC telah berlangsung sesuai jadwal selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Juli 2026. Namun, keputusan untuk memperpanjang maupun menghentikan operasi tersebut masih menunggu hasil evaluasi kondisi cuaca dari BMKG.

“OMC sudah dilaksanakan sejak 15 Juli sesuai jadwal selama tujuh hari hingga 21 Juli. Namun, saat ini kami masih menunggu saran dan masukan dari rekan-rekan BMKG apakah operasi ini masih memungkinkan untuk dilanjutkan atau dihentikan,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu.

Ronny menjelaskan, rekomendasi BMKG menjadi dasar penentuan langkah berikutnya karena pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan potensi awan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan hujan buatan.

“Kami menunggu informasi dari BMKG terkait status OMC, apakah diperpanjang atau dihentikan, mengingat potensi sebaran awan di Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor utama dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca,” katanya.

Menurutnya, selama satu pekan pelaksanaan OMC, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Meski belum masuk kategori hujan lebat, kondisi tersebut dinilai membantu upaya pengendalian karhutla.

“Alhamdulillah, selama tujuh hari pelaksanaan OMC telah beberapa kali terjadi hujan dengan intensitas sedang. Hujan tersebut mampu menurunkan suhu udara secara cukup signifikan di Kalimantan Selatan dan turut membantu memadamkan sejumlah titik api,” ujarnya.

BPBD Kalsel bersama BMKG dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta perkembangan karhutla sebagai dasar menentukan strategi penanganan berikutnya.

Langkah tersebut dilakukan agar upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan lebih efektif, terutama menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran selama musim kemarau. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
bmkg bpbd OMC karhutla kalsel