Prabowo Tegaskan Komitmen Hapus Kemiskinan Ekstrem Lewat 29 Program Prioritas untuk Masyarakat Miskin

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Antara)
Presiden Prabowo Subianto. (Antara)

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto bertekad untuk menghapus kemiskinan ekstrem dengan mengeluarkan sebanyak 29 kebijakan yang menyasar langsung masyarakat kategori miskin ekstrem sampai dengan rentan miskin, yaitu mereka yang berada pada kategori desil 1 sampai dengan desil 4.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, ada 29 kebijakan yang telah dijalankan pemerintah terkait dengan peningkatan kesejahteraan, yang kemudian terbagi pada tiga kategori, yaitu program penghapusan kemiskinan (0 persen kemiskinan), program universal, dan program afirmatif.

Presiden mengawali paparannya dengan menyebut Program Keluarga Harapan yang menyasar 10 juta keluarga kategori desil 1 sampai dengan desil 4.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Evaluasi Titik Dapur MBG untuk Prioritaskan Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

"(Keluarga-keluarga itu) menerima antara Rp75.000 sampai Rp250.000 per bulan. Sekolah Rakyat, anak-anak dari desil yang paling miskin, total yang diterima itu Rp4 juta per bulan. Kartu Indonesia Pintar, 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp800.000 sampai Rp1,4 juta per bulan," kata Presiden di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat-pejabat negara.

Presiden melanjutkan "Uang Kuliah Tunggal (UKT) dibantu, langsung dibayar ke PT (perguruan tinggi). Program Indonesia Pintar, 22.100.000 siswa dari desil 1, 2, 3, 4, yang paling bawah. Jadi, keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa".

Kemudian, pada sektor kesehatan, Presiden menyampaikan Jaminan Kesehatan Nasional telah diberikan kepada 96.800.000 orang.

"Nyaris 100 juta, 20 kali lebih besar dari (penduduk) Singapura, 3,5 kali lebih besar dari Malaysia, kita beri jaminan," kata Prabowo.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kekurangan 90 Ribu Guru Agama, Kemenag Siapkan Solusi

Dalam kesempatan yang sama, Presiden lanjut menyampaikan jumlah penerima subsidi yang diberikan oleh pemerintah, mulai dari subsidi LPG, subsidi solar, kompensasi Pertalite, subsidi dan kompensasi listrik, diskon tarif kereta api, diskon tarif angkutan laut, dan bantuan pangan.

"Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat, pasti, tetapi untuk bangsa Indonesia, not bad-lah. Jangan anggap enteng kita terus, we are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya, karena kita tidak mau jadi lugu lagi, kita terlalu lagi, terlalu naif, terlalu baik," ujar Presiden. (ant)

Editor : Rafael B. Junior
Sumber : Antara
Presiden Prabowo istana negara Sekolah Rakyat subsidi kemiskinan ekstrem