PONTIANAK POST - Kluwih selama ini identik sebagai bahan pelengkap sayur tradisional. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan tanaman ini memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional dengan nilai gizi yang tinggi.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS, menilai berbagai hasil penelitian menunjukkan potensi kluwih layak terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.
Berpotensi Dimanfaatkan Lebih Luas
Menurut Prof. Mangestuti, kandungan nutrisi pada buah, biji, maupun bagian lain tanaman kluwih membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas dibanding sekadar sebagai bahan sayuran.
Baca Juga: Tepung Biji Kluwih Berpotensi Jadi Bahan Makanan Bergizi untuk Bayi
Berbagai penelitian telah mengeksplorasi pemanfaatannya dalam bentuk tepung, makanan olahan, hingga formulasi pangan yang memiliki nilai gizi lebih baik.
Potensi tersebut membuat kluwih dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bahan pangan lokal yang memiliki nilai tambah.
Masih Membutuhkan Penelitian Berkelanjutan
Meski hasil penelitian menunjukkan prospek yang baik, Prof. Mangestuti mengingatkan masih ada tantangan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Tak Hanya Sayur Lodeh, Buah Kluwih Kaya Protein dan Mineral Penting
Salah satunya adalah kemungkinan menurunnya kadar beberapa kandungan selama proses pengolahan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi penyerapan senyawa tertentu, termasuk polifenol, di dalam saluran pencernaan.
Selain itu, kandungan nutrisi kluwih juga dapat berbeda-beda bergantung pada lingkungan tempat tanaman tumbuh. Karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan agar potensi kluwih dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Prof. Mangestuti, berbagai temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa kluwih memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai pangan bernilai gizi bagi berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut. (*)
Editor : Chairunnisya