Kejar Swasembada Gula 2 Tahun, Mentan Amran Siapkan Peremajaan 298 Ribu Hektare Tebu

Miftahul Khair • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:33 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT SGN di Surabaya, Selasa (22/7). (DOK KEMENTAN RI)
Mentan Andi Amran Sulaiman memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT SGN di Surabaya, Selasa (22/7). (DOK KEMENTAN RI)

PONTIANAK POST – Pemerintah mempercepat target swasembada gula putih nasional dalam dua tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program besar-besaran berupa peremajaan sekitar 298 ribu hektare kebun tebu, penyediaan bibit unggul gratis, modernisasi budidaya, hingga revitalisasi industri gula nasional.

Langkah itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7).

Amran menegaskan percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus diwujudkan paling lambat dalam dua tahun.

Baca Juga: Mentan Amran Borong Inovasi ITS Senilai Rp10 Miliar, Benih Jagung hingga Traktor Amfibi Dibeli

"Perintah Bapak Presiden jelas, swasembada gula putih paling lambat dua tahun. Karena itu tanaman ratoon yang sudah berumur 7 tahun, 12 tahun bahkan 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan," kata Amran.

Menurutnya, pembongkaran tanaman ratoon yang sudah melewati masa produktif menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan hasil panen tebu nasional.

Pemerintah, kata dia, akan menanggung biaya peremajaan sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman tebu yang sudah tua.

Selain program bongkar ratoon, Kementan juga menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp9 triliun untuk sektor perkebunan. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, hingga berbagai program peningkatan produktivitas.

Baca Juga: Mentan Amran: Siap Rugi Berarti Siap Jadi Konglomerat, Tantang Generasi Muda Terjun ke Bisnis Pertanian

"Mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk petani plasma agar produktivitas semakin meningkat," ujarnya.

Dalam upaya mengejar target produksi gula nasional hingga 3 juta ton pada 2029, Kementan bersama PT SGN menyiapkan sejumlah program percepatan, antara lain peremajaan sekitar 298 ribu hektare kebun tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan rendemen gula.

Tak hanya di sektor budidaya, pemerintah juga memperkuat tata kelola industri gula dari hulu hingga hilir melalui penguatan regulasi kemitraan petani dengan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, hingga optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung transisi energi nasional.

Amran menilai Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang besar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi hingga Maluku. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi gula nasional.

Dalam kesempatan itu, Amran juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

"Tahun lalu masih mengalami kerugian sekitar Rp600 miliar, tahun ini insya Allah sudah berbalik menjadi untung sekitar Rp600 miliar. Ini lompatan yang sangat baik, tetapi saya minta tahun depan harus lebih tinggi lagi. Targetnya minimal mencapai keuntungan Rp750 miliar," ujarnya.

Baca Juga: Mentan Pastikan El Nino Tak Ganggu Ketahanan Pangan Nasional, Cadangan Beras Lebih dari Lima Juta Ton dan Produksi Terus Menguat

Ia menegaskan Kementerian Pertanian akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang menghambat atau merugikan petani dalam pelaksanaan program pemerintah.

"Kalau ada yang mempermainkan hak dan kepentingan petani, tentu akan kami tindak. Program pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Kalau mempermainkan nasib petani, akan berhadapan langsung dengan Menteri Pertanian," tegasnya.

Melalui percepatan peremajaan kebun tebu, modernisasi budidaya, revitalisasi industri gula, penguatan kemitraan dengan petani, serta perluasan areal tanam, pemerintah optimistis target swasembada gula putih dalam dua tahun dapat tercapai. Program tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

Editor : Miftahul Khair
peremajaan tebu mentan amran kementan ri Swasembada Gula