PONTIANAK POST – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memilih menghentikan perjalanan menuju Istana Kepresidenan demi menolong seorang korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026). Keputusan itu membuatnya tiba sedikit terlambat dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, namun ia menegaskan bahwa kemanusiaan harus didahulukan daripada jabatan maupun agenda resmi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ketika rombongan Mentan melintas di kawasan Taman Suropati. Seorang pengendara sepeda motor terlihat tergeletak di tengah jalan setelah mengalami kecelakaan. Tanpa menunggu petugas datang, Amran turun dari kendaraannya dan langsung memimpin proses evakuasi.
Menghentikan Rombongan Demi Menyelamatkan Korban
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah akun TikTok @lambetani dan kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, Amran terdengar berulang kali meminta timnya segera membawa korban ke rumah sakit.
"Bawa ke rumah sakit… bawa ke rumah sakit!"
Ia juga memastikan proses evakuasi berlangsung cepat.
"Sini... sini... cepat-cepat!"
Korban kemudian dibawa menggunakan mobil pengawal menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
Tidak hanya memastikan korban segera mendapat pertolongan, Amran juga meminta seorang pengemudi ojek online yang berada di lokasi ikut mendampingi korban agar tidak sendirian selama perjalanan menuju rumah sakit.
"Ada yang dampingin? Biar nanti siapa kamu ya," ujarnya.
Pengemudi Ojol Mengaku Terharu
Pengemudi ojek online yang diminta mendampingi korban mengaku tidak menyangka seorang menteri bersedia turun langsung memberikan pertolongan.
"Aksi Bapak Menteri ini sangat baik sekali. Saya terharu melihatnya. Jarang ada pejabat yang langsung turun tangan seperti ini. Semoga Allah membalas kebaikan beliau," katanya.
Kesaksian tersebut menjadi salah satu momen yang banyak mendapat perhatian warganet setelah video evakuasi beredar luas di media sosial.
"Tidak Ada Jabatan dalam Urusan Kemanusiaan"
Usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Amran menjelaskan alasan keterlambatannya kepada awak media.
Ia menegaskan setiap orang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menolong sesama ketika menghadapi situasi darurat.
"Tidak ada jabatan dalam urusan kemanusiaan. Kita semua sama di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama manusia," ujarnya.
Amran juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan pengguna jalan dan tidak mengabaikan korban kecelakaan.
"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati berkendara, tetap sabar, dan selalu menaati aturan lalu lintas. Satu kelalaian bisa merenggut nyawa dan menyakiti banyak orang," katanya.
Di akhir keterangannya, Amran mendoakan agar korban segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.
Keselamatan Jalan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya budaya saling menolong di jalan raya, terutama pada saat terjadi kecelakaan. Pertolongan pertama yang cepat dapat memperbesar peluang korban memperoleh penanganan medis lebih dini sebelum tiba di rumah sakit. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro