PONTIANAK POST- PT Pertamina (Persero) memperluas akses pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menghadirkannya di seluruh penerbangan domestik Pelita Air sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pertamina dan Pelita Air yang membuka peluang lebih luas bagi produk unggulan UMKM binaan Pertamina untuk menjangkau pasar nasional.
"Melalui kolaborasi antara Pertamina dan Pelita Air, produk-produk unggulan UMKM kini mendapatkan akses pasar yang lebih luas dengan hadir langsung di semua penerbangan domestik Pelita Air," kata Simon dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Pernyataan itu disampaikan pada Pertamina Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Summit 2026 di Jakarta.
Menurut Simon, jaringan penerbangan Pelita Air yang melayani 15 kota tujuan wisata unggulan di Indonesia menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat. Rute tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Lombok, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari, hingga Makassar.
Ia menegaskan kehadiran produk UMKM di kabin Pelita Air merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Simon juga menilai penguatan industri nasional sejalan dengan visi pembangunan dalam Asta Cita Pemerintah, terutama dalam meningkatkan nilai tambah industri dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
"Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global," ujarnya.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan UMKM merupakan pilar penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan karena berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai BUMN, kata Arya, Pertamina terus berkomitmen membina dan memberdayakan UMKM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Serta mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-3 terkait Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan," ujar Arya.
Sementara itu, Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari komitmen untuk mendorong produk asli Indonesia agar semakin dikenal masyarakat.
Menurut dia, sinergi Pelita Air dan Pertamina menghubungkan program pembinaan UMKM dengan akses pasar yang lebih luas sehingga pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis.
"Kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Kami meyakini Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dapat dikenal lebih jauh oleh masyarakat," katanya.
Kolaborasi kedua perusahaan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service dalam Grand Launching PAS Sky Shop bertajuk "Lokal Terbang Tinggi" di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Melalui layanan PAS Sky Shop, penumpang kini dapat membeli beragam produk UMKM binaan Pertamina, antara lain produk perawatan tubuh berbahan minyak kelapa merek Bali Ayu, tas dan dompet tradisional Bali dari Uwaiscraft, serta koleksi hijab Adabina Scarves.
Faik menambahkan kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen Pertamina Group dalam memperkuat pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan nilai layanan bagi pelanggan Pelita Air.
"Sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin bernilai bagi pelanggan setia Pelita Air," kata Faik.
Founder Bali Ayu Nature, Komang Yatik, mengaku bangga karena produknya kini dapat dipasarkan kepada penumpang Pelita Air.
"Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi bersama Pelita Air. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga hingga pasar internasional," kata Yatik. (ant)
Editor : Basilius Andreas GasSumber : Antara