Menpar Targetkan Geopark Ijen Pertahankan Green Card UNESCO, Pengelolaan Berkelanjutan Jadi Fokus Revalidasi Agustus 2026

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 12:21 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, Banyuwangi pada Sabtu (25/7). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, Banyuwangi pada Sabtu (25/7). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)

PONTIANAK POST- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menargetkan Geopark Ijen kembali meraih predikat green card dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Menurut Widiyanti, proses revalidasi bukan hanya bertujuan mempertahankan pengakuan internasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat tata kelola kawasan berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

"Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Saat meninjau kawasan Geopark Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/7), ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap rekomendasi dari asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Langkah tersebut mencakup penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, hingga pengembangan kemitraan dalam pengelolaan kawasan. Kementerian Pariwisata juga akan terus memberikan pendampingan selama proses revalidasi berlangsung.

"Pengelolaan Kawah Ijen harus selalu mengedepankan aspek keselamatan wisatawan dan prinsip-prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," katanya.

Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023. Kawasan seluas sekitar 4.723 kilometer persegi itu mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso dengan kekayaan 21 geosite, enam biosite, 10 culture site, serta delapan warisan budaya tak benda.

Salah satu daya tarik utama kawasan tersebut adalah fenomena blue fire dan danau kawah dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia.

Widiyanti juga meminta seluruh pihak terus meningkatkan kualitas amenitas, kebersihan, keamanan, kenyamanan, pengelolaan sampah, penguatan storytelling destinasi, serta kapasitas sumber daya manusia seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Pengalaman wisata yang berkualitas akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," kata Widiyanti.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menpar turut meninjau kesiapan infrastruktur dan konektivitas kawasan wisata 4B (Banyuwangi–Bali Barat–Bali Utara–Bali Timur) di Pantai Marina Boom Banyuwangi yang menjadi salah satu pintu penghubung menuju Pulau Bali.

Widiyanti juga mengunjungi Desa Wisata Osing Kemiren yang sebelumnya meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 serta terpilih dalam UN Tourism Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025.

Tim asesor UNESCO dijadwalkan melakukan revalidasi Geopark Ijen pada 3-7 Agustus 2026. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar UNESCO secara berkelanjutan.

Kunjungan wisata ke Banyuwangi juga menunjukkan tren meningkat. Sepanjang 2025, Jawa Timur mencatat lebih dari 82,3 juta kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 521 ribu wisatawan mancanegara. Sementara Banyuwangi menerima sekitar 529 ribu wisatawan nusantara dan 73 ribu wisatawan mancanegara. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Geopark Ijen green card Menpar Widiyanti unesco