Antisipasi El Nino, Prabowo Tekankan Ketersediaan Air Bersih dan Pencegahan Karhutla

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai antisipasi dampak El Nino di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/8/2027). (Seskab)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai antisipasi dampak El Nino di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/8/2027). (Seskab)

 

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kesiapan pemerintah dalam menghadapi dampak El Nino, terutama terkait ketersediaan air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa.

Rapat yang berlangsung sekitar dua jam di Istana Merdeka itu membahas langkah antisipasi lintas kementerian dan lembaga. Salah satu fokus utama adalah menjaga suplai air bersih, melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta memperkuat pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah yang rawan karhutla.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Perkuat Pencegahan Karhutla Antisipasi Dampak El Nino,  Kalbar Jadi Fokus Perhatian

Arahan Presiden untuk Seluruh Jajaran Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan Presiden memberikan arahan taktis kepada seluruh jajaran pemerintah agar siap menghadapi dampak El Nino, termasuk pemerintah daerah.

"Presiden Prabowo Subianto begitu concern dan memberikan direktif yang taktis kepada seluruh jajaran agar semuanya siap, termasuk pemerintah daerah," kata AHY saat jumpa pers selepas rapat di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (28/7).

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Air Bersih Tetap Terjaga

Dari sisi infrastruktur, AHY menjelaskan kementeriannya memastikan pasokan air yang tersimpan di bendungan dan waduk tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut AHY, pemerintah memprioritaskan ketersediaan air bersih, air baku, serta kebutuhan irigasi guna menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah potensi dampak El Nino.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air bersih ini bisa tetap terjamin. Misalnya, memastikan bendungan dan waduk kita memiliki debit air yang cukup untuk suplai air bersih, suplai air baku bagi masyarakat, dan juga untuk mendukung irigasi. Irigasi ini penting, karena kita harus memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah kita, dan menjamin produktivitas pertanian kita tidak terlalu terganggu," ujarnya.

Dampak dari upaya tersebut diharapkan dapat menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan produksi pertanian. 

Baca Juga: Mentan Pastikan El Nino Tak Ganggu Ketahanan Pangan Nasional, Cadangan Beras Lebih dari Lima Juta Ton dan Produksi Terus Menguat

Kalbar Jadi Salah Satu Prioritas Pencegahan Karhutla

AHY menyebut sejumlah daerah mendapat perhatian khusus dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Wilayah-wilayah tersebut dipantau secara intensif sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya risiko karhutla selama periode El Nino.

Operasi Modifikasi Cuaca Terus Dilanjutkan

Salah satu strategi yang disiapkan pemerintah adalah melanjutkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko kekeringan dan kebakaran hutan.

AHY mengatakan OMC selama ini telah dilaksanakan dan akan terus disesuaikan berdasarkan simulasi serta proyeksi kondisi cuaca dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan.

"OMC ini juga sudah dilakukan selama ini, tetapi terus diantisipasi dengan mensimulasikan, memproyeksikan beberapa minggu atau bulan ke depan. Ini akan terus dilakukan, tentu kolaborasi antarberbagai stakeholders," katanya.

Strategi tersebut dijalankan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. 

Baca Juga: Karhutla Kalbar Meluas, Norsan Usul Hujan Buatan demi Cegah Asap Makin Parah

Rapat Dihadiri Menteri dan Pimpinan Lembaga

Rapat terbatas dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria.

Turut hadir Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aries Marsudiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Dari unsur TNI hadir Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.

Tindak Lanjut Antisipasi Dampak El Nino

Melalui rapat tersebut, pemerintah menegaskan kesiapan lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi potensi dampak El Nino, terutama menjaga ketersediaan air bersih serta memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Langkah lanjutan yang disiapkan meliputi pemantauan titik panas, operasi modifikasi cuaca, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan mitigasi berjalan sesuai arahan Presiden. *

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
antisipasi El Nino suplai air bersih Prabowo Subianto Operasi Modifikasi Cuaca karhutla